Dapur MBG Ditutup
Balita Muntah-muntah usai Konsumsi Kue Sus SPPG Tuladenggi Gorontalo
Bayi berusia lima tahun (balita) meninggal dunia diduga usai mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SPPG-di-Desa-Tuladenggi-Kecamatan-Telaga-Biru-fffff6666.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Seorang bayi berusia lima tahun (balita) diduga keracunan makanan.
Balita sempat mengonsumsi makanan yang bersumber dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Tuladenggi, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Provinsi Gorontalo pun langsung mengambil langkah darurat atas kejadian ini.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan langkah preventif, operasional SPPG di wilayah tersebut ditutup untuk sementara waktu.
Keputusan penutupan ini diambil guna memberikan ruang bagi proses evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengolahan makanan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, makanan yang menjadi pemicu petaka tersebut adalah kue sus yang dibagikan sebagai menu takjil atau berbuka puasa.
Relawan SPPG Tuladenggi, Sunarti Sude, memberikan kesaksian mengenai detik-detik sebelum balita tersebut mengembuskan napas terakhir.
Sunarti menjelaskan bahwa pada bulan Ramadan ini, penyaluran memang difokuskan pada makanan ringan, bukan makanan berat.
Baca juga: Terkuak Penyebab 2 Dapur MBG di Gorontalo Ditutup, BGN Temukan Pelanggaran SOP
Namun, kualitas kue sus yang didistribusikan diduga kuat sudah tidak layak konsumsi dan mengandung bakteri berbahaya.
Reaksi tubuh korban terhadap makanan tersebut digambarkan terjadi secara instan dan sangat ekstrem.
Hanya dalam waktu lima menit setelah menyantap kue sus tersebut, korban mulai menunjukkan gejala keracunan yang hebat.
“Lima menit sesudah makan itu dia muntah-muntah, baru sudah bengkak wajahnya,” ungkap Sunarti dengan nada prihatin saat diwawancarai pada Rabu (18/3/2026).
Kondisi fisik balita yang membengkak secara mendadak menunjukkan adanya reaksi alergi atau infeksi serius akibat toksin dalam makanan.
Sunarti menyoroti kandungan fla atau krim di dalam kue sus tersebut sebagai biang keladi utama.
Krim atau fla dikenal sebagai bahan pangan yang sangat rentan basi jika tidak disimpan dalam suhu yang tepat atau dikelola dengan higienis.