Dapur MBG Ditutup
Balita Muntah-muntah usai Konsumsi Kue Sus SPPG Tuladenggi Gorontalo
Bayi berusia lima tahun (balita) meninggal dunia diduga usai mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SPPG-di-Desa-Tuladenggi-Kecamatan-Telaga-Biru-fffff6666.jpg)
Pihak BGN juga telah menerima laporan resmi dari Dinas Kesehatan terkait dugaan kasus keracunan ini.
Laporan medis awal memperkuat keterkaitan antara kematian balita dengan konsumsi makanan dari layanan SPPG.
Meskipun dilakukan penutupan, Zulkifl memastikan bahwa ini bukanlah bentuk pemutusan hubungan kerja permanen bagi seluruh staf.
Langkah ini lebih bersifat edukatif dan korektif agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Nantinya, akan ada evaluasi total yang mencakup pembinaan ulang bagi para relawan dan pengelola di tingkat desa.
Kepala SPPG yang bersangkutan juga akan mendapatkan bimbingan intensif terkait tanggung jawab manajerial dan keamanan pangan.
Tragedi ini menjadi tamparan keras mengingat SPPG Tuladenggi melayani jumlah penerima manfaat yang sangat besar, yakni sekitar 3.200 orang.
Kelompok rentan seperti bayi, ibu hamil, dan pelajar sangat bergantung pada distribusi makanan dari lembaga ini.
Jika standar keamanan pangan tidak segera dibenahi, maka ribuan nyawa lainnya berada dalam ancaman risiko yang sama.
Kini, masyarakat menanti hasil investigasi mendalam untuk memastikan apakah ada unsur pidana dalam kelalaian pengadaan makanan tersebut. (*)