Berita Internasional
Geger! Iran Klaim Tembak Jet Siluman F-35, AS Masih Selidiki
Sebuah jet tempur siluman F-35 milik Amerika Serikat terpaksa melakukan pendaratan darurat di kawasan Asia Barat setelah menjalankan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERANG-Jet-tempur-siluman-F-35-Lightning-II-milik-AS-melakukan-pendaratan-darurat.jpg)
Insiden ini terjadi di tengah konflik yang telah memasuki minggu ketiga di kawasan Asia Barat, dengan kedua pihak melaporkan kerugian.
Amerika Serikat dilaporkan kehilangan beberapa aset militer, termasuk drone dan pesawat berawak. Tidak semua kerugian disebabkan oleh serangan musuh.
Tiga jet F-15 disebut jatuh akibat salah tembak dari sistem pertahanan udara Kuwait, sementara pesawat pengisian bahan bakar KC-135 jatuh di Irak dan menewaskan enam awak di dalamnya.
Di sisi lain, Iran mengklaim telah mencegat lebih dari 100 drone dalam beberapa hari terakhir, meski klaim ini juga belum terverifikasi.
Meski begitu, pejabat tinggi AS tetap menyatakan bahwa operasi militer berjalan sesuai rencana.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyebut Amerika Serikat “menang secara meyakinkan” dan mengklaim sistem pertahanan udara Iran telah melemah signifikan.
Ketegangan Terus Meningkat
Situasi di lapangan masih sangat dinamis, dengan kedua pihak terus membangun narasi masing-masing.
Amerika Serikat dilaporkan mengirim tambahan kekuatan militer ke kawasan, termasuk unit ekspedisi Marinir.
Kapal perang USS Tripoli juga terpantau bergerak di wilayah tersebut sebagai bagian dari kesiapan militer.
Hingga kini, penyebab pasti insiden pendaratan darurat F-35 masih belum jelas.
Namun, klaim yang saling bertentangan telah menambah lapisan baru dalam konflik yang terus meluas, baik secara militer maupun dalam persepsi global. (*)