Teknologi
Serangan Virus DarkSword Mengintai! Pengguna iPhone iOS Lama Diminta Segera Update
Peneliti keamanan siber baru-baru ini menemukan sebuah serangan berbahaya bernama “DarkSword” yang mampu menyebarkan malware ke perangkat iPhone
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tampilan-penampang-iPhone-17-Air.jpg)
Ringkasan Berita:
- Serangan siber bernama DarkSword ditemukan mampu meretas iPhone dengan iOS 18.4 hingga 18.7 melalui celah keamanan, bahkan cukup lewat satu klik di browser Safari.
- Malware ini bekerja cepat dengan mencuri data sensitif seperti informasi dompet kripto, lalu menghapus jejaknya dalam hitungan detik.
- Apple telah merilis pembaruan keamanan untuk menutup celah tersebut dan mengimbau pengguna segera memperbarui perangkat mereka.
TRIBUNGORONTALO.COM - Peneliti keamanan siber baru-baru ini menemukan sebuah serangan berbahaya bernama “DarkSword” yang mampu menyebarkan malware ke perangkat iPhone yang masih menggunakan iOS versi 18.4 hingga 18.7.
Pada Rabu, para peneliti dari perusahaan teknologi besar seperti Google, serta penyedia keamanan siber Lookout dan iVerify, mengeluarkan peringatan terkait serangan ini.
Mereka mengungkap bahwa DarkSword memanfaatkan rangkaian beberapa celah keamanan (vulnerabilitas) dalam perangkat lunak untuk membobol iPhone secara jarak jauh.
Menurut Google, serangan ini telah digunakan sejak November oleh berbagai pihak, termasuk vendor pengawasan komersial dan aktor yang diduga didukung negara.
Baca juga: GORONTALO POPULER: Kebakaran Rumah Talumolo hingga Pawai Obor di HUT ke-298 Kota Gorontalo
Targetnya mencakup pengguna iPhone di sejumlah negara seperti Arab Saudi, Turki, Malaysia, dan Ukraina.
Terungkap dari Investigasi Serangan Lain
DarkSword pertama kali ditemukan saat para peneliti menyelidiki kit eksploitasi iOS lain bernama “Coruna”.
Alat ini diduga dikembangkan oleh kontraktor militer Amerika Serikat, namun kemudian jatuh ke tangan kelompok kriminal siber.
Coruna sendiri diketahui mampu meretas iPhone dengan sistem operasi yang lebih lama, yakni iOS 13 hingga 17.2.1.
Salah satu kelompok peretas yang menggunakan Coruna adalah grup yang diduga berasal dari Rusia bernama UNC6353.
Penelitian lanjutan dari Lookout menemukan bahwa kelompok ini juga menggunakan DarkSword untuk menargetkan pengguna di Ukraina, dengan tujuan mencuri data sensitif, termasuk informasi dompet kripto.
Menariknya, DarkSword disebut menggunakan metode serangan “hit-and-run”.
Artinya, malware akan dengan cepat mengumpulkan dan mengirim data target hanya dalam hitungan detik atau menit, lalu menghapus jejaknya dari perangkat korban.
Serangan Cukup Lewat Safari
| Daftar Lengkap 15 Produk Apple yang Resmi Disetop Setelah Peluncuran iPhone 17e dan MacBook Neo |
|
|---|
| Bos OpenAI: Perusahaan Pakai AI sebagai Alasan PHK? |
|
|---|
| Ratusan Ribu Akun Instagram dan Facebook Anak Dinonaktifkan Meta |
|
|---|
| Di Balik Layar Apple Intelligence, Ada Teknologi Google Gemini |
|
|---|
| Manus AI dibeli Meta, agen cerdas yang bisa bekerja sendiri |
|
|---|