Berita Viral Nasional

Terdesak Biaya Kos hingga Makan, Mahasiswi IPK 3,85 Tapi Nekat Mencuri

Seorang mahasiswi tak kuasa menahan tangis saat bertemu Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan setelah tertangkap mencuri

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
MENCURI -- Seorang mahasiswi di Surabaya tertangkap mencuri ponsel dan mengaku melakukannya karena kesulitan ekonomi. 

Dalam percakapan tersebut, terungkap kondisi ekonomi mahasiswi yang memprihatinkan.

Ia mengaku hanya memiliki uang Rp200 ribu untuk memenuhi kebutuhan hidup selama satu bulan.

Kapolrestabes sempat menanyakan bagaimana ia bertahan dengan uang tersebut.

“Rp200 ribu per bulan cukup emang, gimana caranya? Masak nggak?” tanya Luthfie.

Mahasiswi menjelaskan dirinya hanya memasak nasi dengan lauk sederhana.

“Telur dadar sama mi,” jawabnya.

Diketahui, ibu mahasiswi tersebut merupakan ibu rumah tangga, sedangkan ayahnya bekerja sebagai buruh tani.

Meski berada dalam kondisi ekonomi sulit, mahasiswi itu memiliki prestasi akademik yang baik.

Ia menyebut Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperolehnya mencapai 3,85.

“IPK 3.85. Nggak tahu kok tiba-tiba kepikiran nyuri,” katanya.

Kapolrestabes Surabaya menyebut capaian akademik tersebut sangat baik dan menyayangkan keputusan yang diambil mahasiswi itu.

Setelah mendengar cerita lengkap, Luthfie menunjukkan empati dengan memberikan bantuan biaya hidup kepada mahasiswi tersebut, termasuk untuk kebutuhan kos.

“Berjanji tidak lagi mengulangi hal itu. Nanti saya bantu biaya kosan dan lain-lain ya,” ujar Luthfie.

Mahasiswi itu pun menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Makasih, Pak,” katanya.

Di akhir pertemuan, Kapolrestabes berpesan agar mahasiswi tersebut tetap fokus menyelesaikan pendidikan dan membantu perekonomian keluarganya di masa depan.

“Bantu orang tua sama adiknya ya,” pesan Luthfie. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved