Berita Viral Nasional
Emosi Ditegur, Siswa SMP di Luwu Utara Aniaya Petugas Keamanan Sekolah
Kasus kekerasan di lingkungan pendidikan kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya video dugaan penganiayaan terhadap tenaga sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/VIRAL-PENGANIAYAAN-Tangkapan-layar-video-viral-Satpam.jpg)
Ringkasan Berita:
- Seorang satpam SMP di Luwu Utara menjadi korban penganiayaan oleh siswa yang diduga tidak terima ditegur saat bolos sekolah.
- Korban mengalami luka di bagian wajah akibat pemukulan yang terjadi di lingkungan sekolah.
- Kasus tersebut telah dilaporkan ke polisi dan masih dalam proses penyelidikan.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kasus kekerasan di lingkungan pendidikan kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya video dugaan penganiayaan terhadap tenaga sekolah.
Peristiwa terbaru terjadi di SMPN 1 Baebunta Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dan viral di media sosial.
Sebelumnya, masyarakat juga sempat digegerkan oleh insiden pengeroyokan terhadap seorang guru di SMK 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.
Dalam kejadian tersebut, seorang guru bernama Agus Saputra dilaporkan menjadi korban kekerasan oleh sejumlah siswa.
Peristiwa di Jambi bermula ketika seorang siswa berinisial L diduga mengucapkan kata-kata kasar kepada gurunya.
Tindakan tersebut memicu reaksi Agus Saputra yang kemudian menampar siswa tersebut.
Insiden itu memancing emosi sejumlah siswa lain hingga berujung pada aksi pengeroyokan terhadap guru tersebut, yang oleh sebagian pihak dinilai sebagai respons atas sikap guru yang dianggap arogan.
Baca juga: Diduga Tersimpan di Saku, Senjata Api Milik Polisi Meletus Saat Penangkapan
Sementara itu, peristiwa serupa kembali mencuat di Sulawesi Selatan setelah sebuah video beredar luas di media sosial.
Rekaman tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @fakta.indo pada Selasa (27/1/2026) dan langsung menjadi bahan perbincangan publik.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria mengenakan seragam dinas berwarna keki tampak mengusap darah di bagian dahinya menggunakan tisu.
Narasi yang menyertai unggahan menyebutkan bahwa pria tersebut merupakan guru yang menjadi korban pemukulan oleh murid setelah menegur siswa yang bolos saat jam pelajaran berlangsung.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan telah ditonton puluhan ribu kali hingga Rabu (28/1/2026).
Warganet pun ramai memberikan komentar, sebagian besar mengecam tindakan kekerasan yang diduga dilakukan siswa terhadap tenaga pendidik.
Namun, pihak kepolisian kemudian memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar.