Berita Nasional
Menkeu Purbaya Geram, Beberkan Alasan Keras di Balik Ancaman Pecat Pegawai Bea Cukai
Menkeu Purbaya geram pegawai Bea Cukai dinilai tak profesional. Ia berjanji akan memecat siapa pun terbukti melanggar aturan dan merugikan publik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/MENKEU-Menteri-Keuangan-Purbaya-Yudhi-Sadewa.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya saat ini menjadi sorotan atas pernyataan tegas soal kinerja pegawai bea cukai.
Ia mengaku geram atas berbagai laporan dan keluhan masyarakat terkait pelayanan yang dianggap tidak transparan dan merugikan publik.
Karena itu, Purbaya tidak ragu mengambil langkah tegas termasuk memecat pegawai yang terbukti melanggar aturan dan mencoreng nama instansi.
Dilansir dari TribunMedan.com, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan akan menindak pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang nongkrong pakai seragam.
Purbaya menyebutkan pegawai Beacukai ada yang nongkrong di Starbucks memakai seragam.
Purbaya mengungkapkan ini karena ada laporan pengaduan yang masuk via WhatsApp.
Di mana layanan laporan ini baru diluncurkan pada Rabu (15/10/2025).
Menanggapi ini, Purbaya menegaskan akan memecat pegawai DJBC dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) jika ditemukan lagi kasus serupa.
"Hari Senin ke depan kalau ada yang ketemu begini lagi, gue akan pecat. Walaupun katanya pecat pegawai negeri susah, saya akan pecat, saya persulit hidupnya. Masa nongkrong di Starbucks, berpakaian seragam? Enggak kira-kira lu. Kalau mau itu (nongkrong) yang sopan-sopan dikit lah, paling enggak tidak kelihatan," kata Purbaya di kantornya, Jumat (17/10/2025), melansir dari Kompas.com.
Oleh karenanya, Purbaya meminta masyarakat untuk segera melapor ke layanan Lapor Pak Purbaya jika menemukan masalah pada pelayanan DJBC dan DJP, termasuk kelakuan pegawai yang menyimpang.
Purbaya menyatakan, terdapat pegawai DJBC lengkap berpakaian seragam dinas, melakukan rapat di Starbucks dengan sesama petugas DJBC lain, aparat berbaju preman, dan banyak orang lainnya.
Berdasarkan laporan yang diterimanya dari layanan aduan Lapor Pak Purbaya, kegiatan ini dilakukan seharian dan setiap hari.
Sekumpulan pegawai DJBC itu berbincang dengan suara keras, sehingga mengganggu pengunjung lain di kafe tersebut.
"Yang dibicarakan selalu tentang bisnis aset gimana, mengamankan aset, baru dapat kiriman mobil gimana jualnya. Mohon diawasi dan ditindak. Saya wiraswasta, risih lihat bergrombol, ngobrol keras-keras seharian setiap hari dengan baju dinas Bea Cukai," ucap Purbaya.
Merespons laporan tersebut, Purbaya geram.
| Lengkap! Ketentuan THR Karyawan Swasta 2026 dan Sanksi Jika Terlambat |
|
|---|
| Delapan Mobil Disegel Usai OTT Korupsi, KPK Sita Kendaraan Bupati Pekalongan |
|
|---|
| 75 Ribu Pelajar di Bandung Alami Stres hingga Depresi, Sekolah Siap Lakukan Asesmen |
|
|---|
| Jenazah Wanita Dihadang Warga saat Diantar ke Pemakaman, Terungkap Rupanya Punya Hutang Belum Lunas |
|
|---|
| Guntur Romli Soroti Tak Ada Ucapan Duka Prabowo atas Wafatnya Ali Khamenei |
|
|---|