Berita Sulutenggo
ASN Diduga Gunakan Aplikasi GPS Palsu Kelabui Absensi Kerja Bakal Ditindak Tegas!
Kunjungan mendadak ini dilakukan untuk melihat secara langsung tingkat kehadiran aparatur, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/SIDAK-Bupati-Minahasa-Tenggara-Ronald-Kandoli-menemukan.jpg)
Ringkasan Berita:
- Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, melakukan inspeksi mendadak di sejumlah SKPD di Blok A Kantor Bupati untuk memeriksa kehadiran
- Dalam sidak tersebut, ia menemukan indikasi pegawai yang hanya melakukan absensi lalu meninggalkan kantor, termasuk dugaan manipulasi kehadiran menggunakan aplikasi fake GPS.
- Ronald Kandoli menegaskan setiap pelanggaran disiplin akan ditindak tegas dan hasil pemeriksaan akan menjadi dasar evaluasi serta penjatuhan sanksi bagi ASN
TRIBUNGORONTALO.COM -- Isu kedisiplinan aparatur kembali menjadi perhatian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara.
Bupati Mitra, Ronald Kandoli, turun langsung melakukan inspeksi mendadak di sejumlah kantor perangkat daerah yang berada di Blok A Kantor Bupati, Rabu (4/3/2026).
Kunjungan mendadak ini dilakukan untuk melihat secara langsung tingkat kehadiran aparatur, baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), sekaligus memastikan aktivitas pelayanan publik berjalan sebagaimana mestinya.
Dalam kegiatan tersebut, Ronald Kandoli didampingi Kepala BKPSDM Mitra Rudi Wakildin bersama jajaran terkait.
Baca juga: BHR Ojol Naik 25 Persen Cair H-7 Lebaran, Ini Jadwal Cair dan Syarat Penerimanya
Mereka menyusuri ruang-ruang kerja sambil mencocokkan data absensi dengan keberadaan pegawai di tempat kerja.
Beberapa instansi yang diperiksa antara lain Sekretariat DPRD, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Bappeda, serta Dinas Komunikasi dan Informatika.
Pemeriksaan tidak hanya berfokus pada daftar kehadiran pegawai, tetapi juga meninjau langsung aktivitas pekerjaan yang sedang berlangsung di setiap unit kerja.
Dari hasil pemantauan tersebut, Ronald Kandoli menyoroti masih adanya perilaku indisipliner di kalangan aparatur.
Ia menemukan indikasi pegawai yang datang hanya untuk melakukan absensi, kemudian meninggalkan kantor tanpa alasan yang jelas.
Menurutnya, perilaku seperti itu tidak hanya mencerminkan ketidakprofesionalan, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, perhatian khusus juga diberikan pada dugaan manipulasi absensi dengan memanfaatkan aplikasi fake GPS.
Perlu diketahui bahwa di wilayah ini ASN melakukan absensi menggunakan ponsel masing-masing dengan GPS yang aktif.
Aplikasi akan mencatat lokasi ponsel tersebut saat melakukan absensi. Dalam aplikasi akan tercatat di mana ASN itu melakukan Absensi.
Namun, rupanya di sinilah letak kelemahannya. Banyak ASN kemudian memalsukan lokasinya dengan aplikasi.