Jumat, 6 Maret 2026

Berita Viral

Kepsek SMAN 1 Cimarga Dicopot Gegara Tampar Siswa Merokok, 634 Murid Mogok Sekolah

kasus kini bergulir ke ranah hukum. Orang tua ILP telah melakukan pelaporan sang kepala sekolah ke pihak polisi atas dugaan kekerasan terhadap anak.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Kepsek SMAN 1 Cimarga Dicopot Gegara Tampar Siswa Merokok, 634 Murid Mogok Sekolah
Kolase: Kanal YouTube KABAR WILAYAH dan Facebook Papah Zerouns
BERITA VIRAL -- Kepala sekolah Dini Fitria resmi dicopot dari jabatannya gegara menampar seorang siswa ILP (17) yang kedapatan merokok dilingkungan sekolah. 

Guru itu menyebut, emosi Kepsek tidak hanya kepada para siswa, melainkan juga kepada dewan guru-guru. 

"Ke anak sama dewan guru emosinya suka meluap kepada anak-anak atau pun dewan guru," katanya. 

Baca juga: Usai Temukan Jejak Leluhur di Gorontalo, 2 Turis Asal Belanda Akan Temui Keturunan yang Masih Hidup

"Jadi mungkin itu sudah karakternya. Jangankan anak-anak, kita juga kaget dengernya," sambungnya. 

Kejadian mogok sekolah buntut kejadian pada Jumat 10 Oktober 2025, menurutnya.

"Kejadian itu akumulatif dari kejadian kemarin ketika anak-anak ditegur di depan siswa yang lain," ujarnya. 

"Emang pada jam itu kita lagi bersih-bersih. Sebentar lagi memang mau beres, biasa anak laki-laki suka duluan ke warung, mungkin Kepsek keliling kebetulan mungkin menemukan siswa yang merokok." 

"Disitu jangankan anak ketemu Kepsek apalagi ketemu guru juga panik kalau lagi merokok terus dibuang roko pada lari," sambungnya. 

Tiga Tahun Jadi Kepala Sekolah

Kepsek Dini Fitria disebut baru tiga tahun menjabat sebagai Kepsek SMAN 1 Cimarga. 

Terlebih, tambah dia, banyak para siswa yang kecewa dengan sikap dan perilaku Kepsek tersebut. 

"Baru tiga tahun baru jadi Kepsek di sini. Emang Ibu Kepsek kalau marah suka meluap-luap, cuma kalau main tangan baru sekarang," katanya. 

Guru berinisial N itu mengakui, bahwa siswa memang dilarang merokok berdasarkan aturan yang ada. 

"Kita sepakat bahwa siswa tidak boleh merokok, cuma cara melarangnya saja," katanya. 

"Saya juga kalau jadi orangtua siswa, kalau diperlakukan seperti anak saya, saya tidak terima dengan perkataannya." 

"Walaupun saya juga guru, saya pernah jadi OSIS, pernah jadi kesiswaan."

"Tapi dengan seperti itu, pendidiknya keterlaluan. Dan saya juga pernah menindak siswa yang merokok," sambungnya. 

 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com

Sumber: Tribun Medan
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Jumat, 06 Maret 2026 (16 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:03
‘Ashr 15:12
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:14

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved