Berita Viral
Kepsek SMAN 1 Cimarga Dicopot Gegara Tampar Siswa Merokok, 634 Murid Mogok Sekolah
kasus kini bergulir ke ranah hukum. Orang tua ILP telah melakukan pelaporan sang kepala sekolah ke pihak polisi atas dugaan kekerasan terhadap anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kepsek-SMAN-1-Cimara-di-Copot-cvb.jpg)
"Jumat bersih itu bagian dari rangkaian kegiatan pembentukan karakter para siswa. Saya lihat dari jarak sekitar 20-30 meter, ada asap rokok di tangan anak itu. Saya panggil dengan suara agak keras, karena jaraknya cukup jauh. Anak itu langsung lari," jelasnya.
Menurut Dini, saat dimintai keterangan, siswa itu tidak mengakui perbuatannya. Hal itulah yang membuatnya emosi lantaran merasa dibohongi.
Dini juga mengakui telah menampar siswa tersebut, akan tetapi menurutnya tidak begitu keras.
"Saya kecewa bukan karena dia merokok, tapi karena tidak jujur. Saya spontan menegur dengan keras, bahkan sempat memukul pelan karena menahan emosi. Tapi saya tegaskan, tidak ada pemukulan keras," katanya.
Namun, ia membantah menendang ILP.
"Saya tidak menendang. Hanya menepuk bagian punggung, itu pun karena emosi spontan. Tidak ada luka atau bekas apa pun," ucapnya.
Dini menambahkan, warung yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) tersebut memang sudah menjadi perhatian pihak sekolah.
Sebab, warung itu diduga menjual rokok kepada para siswa.
"Kami sudah pernah mengingatkan pemilik warung, agar tidak menjual rokok. Bahkan kami buat kesepakatan, kalau masih ketahuan, kantinnya akan kami tutup sementara," ujarnya.
Guru Sebut Kepsek Dini Suka Marah Meluap-Luap
Tabiat Kepala Sekolah yang tampar siswa ketahuan merokok dibongkar para guru. Para guru mengungkapkan bahwa Dini Fitria Kepsek SMAN 1 Cimarga memiliki tabiat yang suka marah-marah dan bikin resah.
Para guru mengatakan Kepsek Dini sering marah-marah kepada guru dan orangtua murid.
Akhirnya puncaknya ketika hari Jumat (10/10/2025), Dini menemukan ILP (17) siswa kelas XII merokok di warung di tengah kegiatan Jumat Bersih.
Aksi kekerasan yang dilakukan Dini berbuntut panjang.
Dia kini dilaporkan ke Polisi dan 630 siswa mogok sekolah.
"Memang kita akui, karakter Kepsek itu agak sering marah, emosinya sering meluap-luap," ujar guru SMAN 1 Cimarga kepada TribunBanten.com, saat ditemui di sekolah, Selasa (14/10/2025).