Berita Viral
Kepsek SMAN 1 Cimarga Dicopot Gegara Tampar Siswa Merokok, 634 Murid Mogok Sekolah
kasus kini bergulir ke ranah hukum. Orang tua ILP telah melakukan pelaporan sang kepala sekolah ke pihak polisi atas dugaan kekerasan terhadap anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kepsek-SMAN-1-Cimara-di-Copot-cvb.jpg)
Ia menerangkan, bukan tidak mau berusaha menjegal aksi mogok sekolah tersebut, namun ia tak bisa memaksa para siswa.
"Tetap seperti itu info-nya. Ternyata ya di belakang layar anak-anak punya cerita sendiri. Kami juga sudah mencoba berkomunikasi dengan orang tua muridnya," jelasnya.
Dini mengaku pasrah dengan apa yang dilakukan para siswanya. Ia menyebut, aksi mogok sekolah itu diduga ada yang membekingi.
"Siswa memilih untuk tidak masuk sekolah. Saya sih enggak mau apriori. Tetapi saya dapat bocoran-bocoran. Ada yang beking di belakang ini," tandasnya.
Kronologi Kejadian Versi Siswa
ILP yang duduk di bangku kelas XII itu ditampar oleh kepala sekolah lantaran kedapatan merokok.
Dari pengakuannya, kejadian bermula saat dirinya merokok di belakang warung yang berada di sekitar sekolah.
Saat itu ia bertemu dengan kepala sekolah yang langsung menegurnya.
“Saya kaget waktu ketemu kepsek. Rokok langsung saya buang, tapi disuruh nyari lagi sama kepala sekolah. Enggak ketemu-ketemu, lalu kepsek bilang saya bohong,” jelasnya kepada TribunBanten.com melalui sambungan telepon, Sabtu (11/10/2025).
Tak hanya ditegur, ILP juga mengaku mendapat sejumlah kekerasan dari kepala sekolah.
Baca juga: BPJS Kesehatan Gelar Satya JKN Award 2025: Wujud Gotong Royong Bangsa Lindungi Pekerja
"Terus beliau marah, nendang saya di bagian punggung, terus nampol saya di pipi kanan,” sambungnya.
Selain itu, ILP menyebut, mendapat makian dan kata-kata kasar dari pimpinan SMAN 1 Cimarga itu.
Setelahnya, ILP dibawa ke ruang sekolah. Di sana ia kembali dimarahi di hadapan sejumlah guru.
“Beliau masih marah-marah, bilang kami enggak menghargai, dan katanya baru pertama kali marah sampai seperti itu,” katanya.
Kepala Sekolah Akui Tampar Siswanya
Aksi kekerasan fisik itu diakui Dini Fitria.
Dalam sebuah video yang diterima TribunBanten.com, Senin (13/10/2025), Dini menjelaskan peristiwa terjadi pada Jumat saat pelaksanaan program Jumat bersih.
Saat dia berkeliling, ia melihat siswa tengah merokok di dekat warung kecil yang berada di luar pagar sekolah.