Polemik RS Multazam
Viral Lagi RS Multazam Gorontalo! Janjikan Ibu Hamil Operasi ERACS Ternyata Hanya dilakukan Cesar
Rumah Sakit (RS) Multazam, Kota Gorontalo, kembali disorot lantaran dugaan kelalaian seorang dokter bedah kehamilan.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Seorang-anak-diangkat-dari-perut-seorang-ibu-yang-dioperasi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Rumah Sakit (RS) Multazam, Kota Gorontalo, kembali disorot lantaran dugaan kelalaian seorang dokter bedah kehamilan.
Meski kasus ini sudah viral lebih dulu di media sosial (medsos) Facebook (FB), tapi korban saat dihubungi tak bersedia namanya disebut.
Ia adalah wanita usia 26 tahun berinisial SRO. Terungkap, SRO merupakan warga Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara.
Kepada TribunGorontalo.com ia merasa dibohongi hingga dirugikan oleh pihak RS yang berdiri di Jl. Gelatik No.144, Heledulaa, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo tersebut.
Menurutnya, saat memutuskan bersalin di RS itu, ia telah meminta agar proses lahiran bayinya menggunakan prosedur ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery).
Namun, setelah ia tersadar dari operasi tersebut, rupanya prosedu yang digunakan hanya Operasi caesar (Sectio Caesarea/SC).
Baca juga: Kerap Sepi di Hari Normal, Pedagang Kopi di Pasar Sentral Gorontalo Punya Cara Balas Dendam
Perbedaan utama antara Caesar Biasa dan ERACS adalah pendekatan pemulihan pascaoperasi.
ERACS mengintegrasikan teknik anestesi, manajemen nyeri, nutrisi, dan mobilisasi dini agar ibu lebih cepat pulih, mengurangi rasa sakit, boleh makan dan minum lebih dekat waktu operasi, serta bergerak lebih cepat (bahkan dalam beberapa jam).
Sedangkan Caesar konvensional pemulihannya lebih lambat dan terfokus pada proses bedah itu sendiri.
Sementara itu, TribunGorontalo.com telah meminta konfirmasi kepada pihak RS Multazam Gorontalo.
Melalui bagian Humas, rumah sakit menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan.
"Sampai dengan saat ini, Rumah Sakit belum ada pernyataan resmi terkait informasi yang dimaksud. Apabila terdapat informasi atau perkembangan yang perlu disampaikan kepada publik, Rumah Sakit akan menyampaikannya secara resmi melalui kanal komunikasi yang ditetapkan," jawab Humas RS Multazam.
Kronologi
Sejak usia kandungan muda, SRO mulai memikirkan metode persalinan karena ia trauma persalinan normal pada anak pertama.
Dari rekomendasi tetangga, ia kemudian mengenal seorang dokter berinisial AW, yang disebut-sebut kerap menangani persalinan ERACS di Gorontalo.
Memasuki usia kandungan tujuh hingga delapan bulan, SRO harus bolak-balik menempuh perjalanan jauh Bintauna–Gorontalo seorang diri. Kondisi itu terjadi karena sang suami bekerja di luar daerah.