Berita Internasional
Trump Minta Dunia Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz, Banyak Negara Pilih Diam
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, meminta sejumlah negara besar seperti China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PERANG-Ketegangan-di-Timur-Tengah-meningkat-setelah-Iran-membatasi-akses.jpg)
Namun ia menegaskan bahwa cara terbaik untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz adalah dengan mengakhiri perang.
Sementara itu Kementerian Luar Negeri Korea Selatan menyatakan akan memantau situasi dengan cermat dan berkoordinasi dengan Amerika Serikat sebelum mengambil keputusan.
Harapan juga tertuju pada Jepang. Presiden Trump diperkirakan akan secara langsung meminta dukungan dari Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, saat pertemuan di Gedung Putih pekan ini.
Dari China, juru bicara Kedutaan Besar China di Amerika Serikat, Liu Pengyu, menegaskan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan pasokan energi global tetap stabil.
Ia mengatakan China akan meningkatkan komunikasi dengan berbagai pihak guna menurunkan ketegangan.
Sementara itu Prancis sebelumnya menyatakan sedang berdiskusi dengan sejumlah negara mengenai kemungkinan misi internasional untuk mengawal kapal-kapal di Selat Hormuz.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menyebut kerja sama tersebut dapat melibatkan negara-negara Eropa, India, dan beberapa negara Asia, namun hanya akan dilakukan jika situasi memungkinkan dan pertempuran mereda.
Cadangan Minyak Dunia Dilepas
Di tengah kekhawatiran terhadap pasokan energi global, International Energy Agency mengumumkan pelepasan cadangan minyak darurat dalam jumlah besar.
Badan energi tersebut menyebut langkah kolektif untuk menurunkan harga minyak ini sebagai yang terbesar dalam sejarah.
Jumlah cadangan minyak yang akan dilepas ke pasar global kini meningkat dari sekitar 400 juta barel menjadi hampir 412 juta barel.
Negara-negara anggota di Asia berencana mulai melepaskan cadangan minyak mereka segera, sementara cadangan dari Eropa dan Amerika akan mulai dialirkan ke pasar pada akhir Maret.
Serangan Rudal dan Drone Terus Terjadi
Di kawasan Teluk, sejumlah negara Arab melaporkan serangan rudal dan drone baru.
Serangan tersebut terjadi sehari setelah Iran menyerukan evakuasi tiga pelabuhan besar di Uni Emirat Arab, pertama kalinya Teheran mengancam aset negara tetangga yang tidak terkait langsung dengan Amerika Serikat.
Negara-negara seperti Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab mengatakan mereka berupaya mencegat proyektil yang masuk.
Iran juga menuduh Amerika Serikat meluncurkan serangan ke Pulau Kharg, terminal ekspor minyak utama Iran — dari wilayah Uni Emirat Arab, meskipun tidak memberikan bukti.
Berita Internasional
Perang Iran dan Amerika
Selat Hormuz
tentara amerika
Militer Amerika Serikat
Komando Pusat Amerika Serikat
| Trump Klaim Serangan Udara Besar-besaran AS Hancurkan Target Militer Iran di Pulau Kharg |
|
|---|
| Enam Kru Militer Amerika Meninggal dalam Kecelakaan Pesawat KC-135 di Irak Barat |
|
|---|
| Pesawat Pengisi Bahan Bakar Udara Amerika Jatuh di Irak, Klaim Ditembak Kelompok Pro-Iran |
|
|---|
| Rusia Marah Resolusinya soal Perdamaian di Iran Ditolak PBB, China Ikut Kecewa |
|
|---|
| Harga Minyak Tembus 101 Dolar, AS Keluarkan Cadangan Darurat |
|
|---|