Kamis, 12 Maret 2026

Berita Internasional

Trump Salah Perhitungan, Tak Menduga Perlawanan Iran hingga Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Ketika Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mempertimbangkan serangan militer terhadap Iran pada 18 Februari lalu, sejumlah pejabat tinggi

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Trump Salah Perhitungan, Tak Menduga Perlawanan Iran hingga Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
Yoonhap
TRUMP MELINATAS -- Donald trump melintas di sebuah lapangan. 

Pejabat Amerika pun terpaksa menyesuaikan rencana secara cepat. Langkah darurat mulai dari evakuasi kedutaan hingga penyusunan kebijakan untuk menekan harga bahan bakar kini tengah disiapkan.

Setelah pengarahan tertutup kepada anggota Kongres pada Selasa, Senator Christopher S Murphy menyatakan pemerintah tidak memiliki rencana jelas untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Ia bahkan menulis di media sosial bahwa pemerintahan Trump “tidak memiliki rencana” untuk memastikan jalur tersebut kembali aman.

Di dalam pemerintahan sendiri, beberapa pejabat mulai pesimistis terhadap tidak adanya strategi jelas untuk mengakhiri perang.

Namun mereka berhati-hati agar tidak menyampaikan kekhawatiran itu langsung kepada Trump.

Presiden AS tersebut berkali-kali menyatakan operasi militer yang dilakukan adalah kesuksesan besar.

Trump sendiri sempat menunjukkan frustrasi terhadap dampak perang pada pasokan minyak.

Dalam wawancara dengan Fox News, ia bahkan mendesak awak kapal tanker agar tetap berlayar melewati Selat Hormuz.

“Mereka harus menunjukkan sedikit keberanian,” kata Trump.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth mencoba mempersempit tujuan militer Amerika Serikat.

Rubio menyebut ada tiga target utama operasi militer tersebut: menghancurkan kemampuan Iran meluncurkan rudal, menghancurkan fasilitas produksi rudal, serta melumpuhkan angkatan laut Iran.

Langkah ini dinilai sebagai upaya membuka jalan keluar dari konflik dalam waktu dekat.

Meski demikian, Trump juga mengatakan perang bisa berlangsung lebih dari satu bulan jika diperlukan.

Ia menegaskan Amerika Serikat siap melanjutkan operasi dengan tekad yang lebih kuat.

Sementara itu, Washington juga mencoba meredam kekhawatiran pasar energi dengan rencana meningkatkan pasokan minyak, termasuk melalui produksi dari Venezuela serta pembangunan kilang baru di Texas.

Namun hingga kini, ketegangan di kawasan Teluk masih menjadi ancaman serius bagi stabilitas pasar energi global. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 12 Maret 2026 (22 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:30
Subuh 04:40
Zhuhr 12:01
‘Ashr 15:07
Maghrib 18:04
‘Isya’ 19:12

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved