Berita Internasional
Iran Peringatkan Amerika agar Tak Ikut Campur dalam Kerusuhan! Tegaskan Bakal Balas Keras
Pemerintah Iran mengirim kode keras kepada Amerika Serikat (AS) agar tak ikut campur urusan dalam negerinya.
Ringkasan Berita:
- Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak ikut campur dalam penanganan protes nasional yang tengah berlangsung, menganggap setiap intervensi asing sebagai pelanggaran kedaulatan.
- Ketua Parlemen Iran menegaskan bahwa fasilitas militer AS di wilayah tersebut bisa menjadi target sah jika Washington bertindak memaksa.
- Ancaman ini muncul di tengah gelombang demonstrasi berskala besar yang telah menelan ratusan korban jiwa di dalam negeri.
TRIBUNGORONTALO.COM — Pemerintah Iran mengirim kode keras kepada Amerika Serikat (AS) agar tak ikut campur urusan dalam negerinya.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa setiap bentuk intervensi militer asing dengan dalih melindungi demonstran akan dipandang sebagai tindakan permusuhan langsung.
Bahkan, Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf bahkan mengancam akan membalas jika Iran diserang.
Ia menyebut kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah, termasuk pangkalan militer dan kapal-kapal perang, akan menjadi sasaran balasan.
Ketegangan yang terus meningkat ini kembali menempatkan kawasan Timur Tengah dalam bayang-bayang eskalasi konflik yang lebih luas, di tengah kekhawatiran dunia akan kemungkinan konfrontasi terbuka antara Washington dan Teheran.
Baca juga: Baru Dilantik, Nama Kadis Dikbud Gorontalo Dicatut Oknum untuk Tipu ASN
Sebelumnya pemerintah Amerika Serikat membuka kemungkinan mengambil langkah keras terhadap Iran menyusul situasi dalam negeri negara tersebut yang kian bergejolak akibat gelombang demonstrasi berdarah.
Presiden AS Donald Trump menyebut Washington tengah mengkaji berbagai opsi, termasuk respons militer, jika kekerasan terhadap warga sipil terus berlanjut.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan awak media di dalam pesawat kepresidenan Air Force One.
Ia menilai penanganan protes oleh aparat Iran menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan dan berpotensi melampaui batas yang dapat ditoleransi komunitas internasional.
Trump menyoroti laporan korban jiwa yang terus bertambah akibat bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan.
Menurutnya, penggunaan kekuatan mematikan terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.
Ia juga meragukan legitimasi kepemimpinan elite penguasa Iran. Trump menyebut kekuasaan yang dijalankan melalui kekerasan terhadap rakyat sendiri sulit disebut sebagai kepemimpinan yang sah.
Baca juga: Dari LE SSERAFIM hingga NewJeans, Idol Cewek yang Berpisah dari HYBE
Gelombang protes di Iran telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Aksi massa awalnya dipicu oleh krisis ekonomi, termasuk melemahnya nilai mata uang nasional, sebelum berkembang menjadi tuntutan politik yang lebih luas, termasuk desakan agar Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mundur dari jabatannya.
Lembaga-lembaga pemantau hak asasi manusia melaporkan angka korban tewas yang signifikan sejak protes pecah.
Lebih dari 500 orang disebut meninggal dunia, sebuah angka yang memicu kecaman dari berbagai pihak di dunia internasional dan meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Teheran.
(*)
Amerika Turun Tangan
Jet Tempur Amerika
Berita Internasional Terkini
Baqer Qalibaf
demo di Iran
Iran
| Lovers Arch Ambruk, Ikon Romantis Italia Tinggal Kenangan Diterjang Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Intelijen Korea Selatan Sebut Kim Jong Un Siapkan Putrinya Jadi Pewaris Kepemimpinan Korea Utara |
|
|---|
| WhatsApp Diblokir Total di Rusia, Kremlin Dorong Warga Gunakan Aplikasi Pesan Nasional |
|
|---|
| Iran Sebut Amerika Ajukan Empat Syarat untuk Hindari Perang, Negosiasi Nuklir Masih Berlangsung |
|
|---|
| Analisis Geopolitik Jika Amerika Berani Serang Iran, Kapal Induk USS Abraham Lincoln Bisa Tenggelam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ketua-Parlemen-Iran-Mohammad-Baqer-Qalibaf-menyatakan.jpg)