Update Kondisi Nepal
Tembakan Tentara Nepal Gagalkan Upaya Kabur Massal Napi di Tengah Kekacauan Politik
Situasi Nepal kembali memanas. Kamis (11/9/2025) pagi, pasukan tentara Nepal terpaksa melepaskan tembakan. Tentara ini menggagalkan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KONDISI-NEPAL-Tentara-nepal-menggagalkan-upaya-pelarian-napi.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Situasi Nepal kembali memanas. Kamis (11/9/2025) pagi, pasukan tentara Nepal terpaksa melepaskan tembakan.
Tentara ini menggagalkan upaya kaburnya ratusan narapidana dari sebuah penjara di Distrik Ramechhap, Provinsi Bagmati.
Insiden itu melukai lebih dari selusin napi, di tengah ketidakstabilan politik usai jatuhnya pemerintahan Perdana Menteri KP Sharma Oli.
Menurut laporan media lokal, para tahanan berhasil merusak sejumlah kunci dalam penjara dan berusaha mendobrak gerbang utama sebelum dihentikan dengan tembakan aparat.
“Sekitar 12 hingga 13 narapidana terluka saat mencapai gerbang,” ujar Kepala Distrik Ramechhap, Shyam Krishna Thapa.
Penjara tersebut menampung lebih dari 300 napi. Meski sempat ricuh, polisi memastikan situasi kini terkendali dan tidak ada seorang pun tahanan yang berhasil melarikan diri.
Namun, percobaan kabur ini bukan yang pertama. Nepal telah mencatat serangkaian upaya pelarian massal sejak gelombang protes berdarah yang menewaskan 25 orang, memaksa Oli mundur dari jabatannya.
Dalam beberapa hari terakhir, lebih dari 15 ribu napi dilaporkan berhasil meloloskan diri dari berbagai penjara.
Kini, kendali keamanan nasional berada di tangan militer. Sementara itu, perdebatan politik tengah berlangsung untuk membentuk pemerintahan interim yang akan memimpin negara Himalaya kecil itu hingga pemilu baru digelar.
Di tengah tekanan generasi muda yang disebut “Gen Z”, muncul dua nama calon pemimpin pemerintahan sementara.
Mantan Ketua Mahkamah Agung Sushila Karki didukung lewat jajak pendapat daring oleh para demonstran muda, meski belum sepenuhnya menjadi figur konsensus.
Di sisi lain, sebagian kelompok Gen Z mengusulkan Wali Kota Kathmandu, Balendra Shah, sebagai alternatif.
Ketidakpastian politik dan keamanan masih membayangi Nepal, sementara masyarakat menanti siapa sosok yang akan dipercaya memimpin negara dalam masa transisi penuh gejolak ini. (*)
| Gen Z Nepal Bubarkan Parlemen, Pemilu Rencana Digelar 5 Maret 2026 |
|
|---|
| Sushila Karki Dilantik Jadi PM Sementara Nepal Usai Aksi Berdarah Gen Z Guncang Negeri Himalaya |
|
|---|
| Sosok Sushila Karki yang Diusulkan Gen-Z Nepal jadi PM Sementara |
|
|---|
| Korban Tewas Kerusuhan di Nepal Tembus 51 Orang, 12.500 Napi Kabur |
|
|---|
| Eks Ketua Mahkamah Agung Nepal Sushila Karki Siap Pimpin Pemerintahan Sementara |
|
|---|