Update Kondisi Nepal
Sushila Karki Dilantik Jadi PM Sementara Nepal Usai Aksi Berdarah Gen Z Guncang Negeri Himalaya
Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, Sushila Karki, resmi dilantik sebagai Perdana Menteri pada Jumat (12/9/2025) untuk memimpin pemerintahan
TRIBUNGORONTALO.COM – Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, Sushila Karki, resmi dilantik sebagai Perdana Menteri pada Jumat (12/9/2025) untuk memimpin pemerintahan transisi selama enam bulan menuju pemilu.
Pelantikan ini berlangsung setelah gelombang protes anti-korupsi yang dipelopori generasi muda memaksa pemerintah sebelumnya tumbang.
Karki, 73 tahun, yang dikenal sebagai hakim perempuan pertama dan independen di Nepal, diambil sumpahnya oleh Presiden Ram Chandra Paudel dalam upacara singkat di Istana Kepresidenan.
“Saya, Sushila Karki… bersumpah atas nama negara dan rakyat untuk menunaikan tugas sebagai perdana menteri,” ucapnya dalam balutan sari merah, disambut tepuk tangan para diplomat dan mantan pemimpin yang hadir.
Sebelumnya, PM KP Sharma Oli mengundurkan diri pada Selasa (9/9/2025) setelah gedung parlemen dan sejumlah kantor pemerintahan dibakar massa. Hingga kini, keberadaan Oli tidak diketahui.
Protes Gen Z Berujung Tragedi
Nepal pekan ini terjerumus ke dalam kekacauan setelah aparat keamanan berupaya membubarkan demonstrasi besar-besaran yang dipimpin kelompok muda anti-korupsi, dikenal dengan sebutan “Gen Z Movement”.
Sedikitnya 51 orang tewas, termasuk 21 di antaranya demonstran, menjadikannya kerusuhan paling berdarah sejak berakhirnya perang saudara dan penghapusan monarki pada 2008.
Ribuan tahanan bahkan dilaporkan melarikan diri dari berbagai penjara di tengah kericuhan.
Tentara akhirnya turun tangan pada Rabu (10/9/2025) dan memberlakukan jam malam.
Sejak itu, jalanan Kathmandu relatif tenang, meski warga masih dihantui ketakutan.
Kemenangan Moral Kaum Muda
Penunjukan Karki sebagai perdana menteri sementara terjadi setelah dua hari negosiasi intens antara Presiden Paudel, Panglima Angkatan Darat Jenderal Ashok Raj Sigdel, dan perwakilan demonstran muda.
Para aktivis muda menggunakan aplikasi Discord untuk berdebat dan kemudian menyepakati Karki sebagai calon pemimpin transisi.
“Ini momen kemenangan… kekosongan kekuasaan akhirnya berakhir,” kata Amrita Ban, salah satu pengunjuk rasa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/JADI-PEMIMPINM-Mantan-Ketua-Mahkamah-Agung-Nepal-Sushila-Karki.jpg)