Kecelakaan di Gorontalo
Polisi Gorontalo Selidiki Kronologi dan Penyebab Kecelakaan Maut di Jembatan Bilolantunga
Kecelakaan lalu lintas maut dilaporkan terjadi di area jembatan Desa Bilolantunga, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sepeda-motor-hancur-usai-menabrak-truk-di-Desa-Bilolantunga.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kecelakaan antara motor matic dan truk LPG terjadi Selasa (24/3/2026) sore di jembatan Bilolantunga
- Pengendara motor, Masdar Gilano (18) asal Bolsel, meninggal di lokasi kejadian
- Polsek Bone Raya bersama Polsek Bone melakukan olah TKP dan evakuasi korban. Kasus dilimpahkan ke Unit Gakkum Satlantas Polres Bone Bolango untuk penyidikan lebih lanjut
TRIBUNGORONTALO.COM – Kecelakaan lalu lintas maut dilaporkan terjadi di area jembatan Desa Bilolantunga, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Selasa (24/3/2026) sore.
Peristiwa tragis ini melibatkan dua jenis kendaraan yang berbeda ukuran, yakni sebuah sepeda motor matic dan truk bermuatan gas Elpiji (LPG).
Benturan keras antara kedua kendaraan tersebut mengakibatkan seorang pengendara motor meninggal dunia seketika di lokasi kejadian (TKP).
Kapolsek Bone Raya, IPDA Frangki Taroreh, memberikan konfirmasi resmi mengenai insiden tersebut saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp pada Rabu (25/3/2026).
Dalam keterangannya, IPDA Frangki membenarkan bahwa personelnya telah menerima laporan dan langsung menuju lokasi untuk melakukan tindakan awal.
Berdasarkan data yang dihimpun, kecelakaan diperkirakan terjadi sekitar pukul 17.00 Wita, saat kondisi lalu lintas di wilayah tersebut mulai lengang.
Lokasi spesifik kejadian berada di area jembatan yang menjadi titik perbatasan antara wilayah Kecamatan Bone dan Kecamatan Bone Raya.
“Sekitar pukul lima sore kemarin, kejadiannya di wilayah antara Bone dan Bone Raya, tepatnya di area jembatan,” ungkap IPDA Frangki.
IPDA Frangki menjelaskan bahwa penanganan awal di lokasi dilakukan secara kolaboratif oleh personel kepolisian yang bertugas di wilayah terdekat.
Mengingat Polsek Bone Raya tidak memiliki unit khusus Laka Lantas, maka proses identifikasi lapangan dilakukan dengan bantuan personel dari Polsek Bone.
"Anggota yang berada di sekitar lokasi segera bergerak cepat untuk mengamankan situasi dan menolong korban," jelasnya lebih lanjut.
Proses Olah TKP dan Evakuasi
Unit Laka Lantas dari Polsek Bone pun segera merapat ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara teknis.
Terkait pembagian tugas, IPDA Frangki menyebutkan bahwa kewenangan olah TKP sepenuhnya diambil alih oleh Unit Laka Polsek Bone yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.
Sementara itu, personel dari Polsek Bone Raya memberikan dukungan penuh dalam hal pengamanan aset dan barang bukti yang tertinggal di jalanan.