Kecelakaan di Gorontalo
Polisi Gorontalo Selidiki Kronologi dan Penyebab Kecelakaan Maut di Jembatan Bilolantunga
Kecelakaan lalu lintas maut dilaporkan terjadi di area jembatan Desa Bilolantunga, Kecamatan Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sepeda-motor-hancur-usai-menabrak-truk-di-Desa-Bilolantunga.jpg)
“Sudah ditangani dengan cepat oleh pihak kepolisian. Petugas dari Polsek sudah turun langsung tak lama setelah kejadian,” katanya memastikan.
Lili juga menaruh perhatian khusus pada lokasi jembatan Bilolantunga yang memang dikenal sebagai titik rawan bagi para pengendara.
Menurutnya, struktur jembatan yang relatif kecil dan posisi jalan yang menuntut kewaspadaan tinggi membuat area tersebut sering terjadi insiden.
“Di situ memang ada beberapa titik yang cukup rawan, terutama di area jembatan kecil itu. Pengendara memang harus ekstra hati-hati saat melintas,” ungkap Lili.
Berdasarkan informasi awal yang ia terima, diduga ada faktor kecepatan tinggi yang memicu terjadinya benturan hebat antara motor dan truk LPG tersebut.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa kendaraan dari arah kota melaju kencang, sementara dari arah berlawanan juga muncul kendaraan lain yang bertemu tepat di titik sempit jembatan.
Ia pun mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak memacu kendaraan melampaui batas kecepatan, terutama saat mendekati jembatan.
Identitas Korban Terungkap
Identitas korban akhirnya terungkap setelah sebelumnya sempat menjadi misteri karena tidak ditemukannya kartu identitas (KTP) pada tubuh korban.
Korban diketahui bernama Masdar Gilano, seorang pemuda berusia 18 tahun yang tercatat sebagai warga Desa Pinolantungan, Kabupaten Bolsel.
Kepastian identitas ini didapatkan setelah foto-foto kejadian tersebar luas di media sosial dan dikenali oleh pihak keluarga korban.
Kakak korban, Mirna Gilano, telah mengonfirmasi bahwa sosok yang terlibat kecelakaan tersebut memang benar adalah adiknya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan keterangan saksi-saksi untuk menyusun kronologi utuh guna penyidikan lebih lanjut.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintas di jalur Trans Sulawesi, khususnya di titik-titik rawan seperti tikungan tajam dan jembatan sempit. (*)