Tumbilotohe Gorontalo
Lihat Keindahan Ribuan Lampu Botol, Warga Gorontalo Berbondong-bondong Datangi Desa Tinelo Ayula
Suasana Festival Tumbilotohe di kawasan perkantoran Desa Tinelo Ayula, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, semakin semarak
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-warga-menyaksikan-Tumbilotohe-di-Desa-Tinelo-Ayula.jpg)
Dengan konsep unik, Tumbilotohe bawah laut diharapkan mampu menarik perhatian lebih luas.
Hanny Chandra menyebutkan bahwa ke depan kegiatan serupa diharapkan dapat digelar lebih maksimal, baik dari sisi perlengkapan maupun dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
Di sisi lain, perwakilan komunitas penyelam Wawahe’a Gorontalo, Darman Syah Lubis, mengungkapkan bahwa Tumbilotohe bawah laut bukan kegiatan baru.
Tradisi ini telah dijalankan secara konsisten selama tujuh tahun setiap bulan Ramadan.
Menurutnya, keterlibatan komunitas penyelam menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan wisata maritim, sekaligus upaya menjaga kelestarian lingkungan laut.
Pada pelaksanaan tahun ini, panitia memasang sekitar 60 lampu berwarna khusus di dasar laut.
Seluruh aktivitas juga didokumentasikan untuk kemudian disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial.
Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan ini mulai mendapat perhatian dari wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Meski demikian, Darman menilai masih diperlukan dukungan lebih besar agar pelaksanaan Tumbilotohe bawah laut dapat dikembangkan menjadi lebih meriah dan modern.
Ia juga menyebut telah ada sinyal dukungan dari Wakil Gubernur, yang berencana mendorong kegiatan tersebut agar mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Provinsi Gorontalo pada pelaksanaan berikutnya. (*)