Tumbilotohe Gorontalo
Lihat Keindahan Ribuan Lampu Botol, Warga Gorontalo Berbondong-bondong Datangi Desa Tinelo Ayula
Suasana Festival Tumbilotohe di kawasan perkantoran Desa Tinelo Ayula, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, semakin semarak
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-warga-menyaksikan-Tumbilotohe-di-Desa-Tinelo-Ayula.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ribuan lampu botol menghiasi kawasan perkantoran, menarik pengunjung dari berbagai daerah hingga mancanegara. Meski lapak UMKM tidak penuh, antusiasme warga tetap tinggi
- Komunitas penyelam bersama Lanal Gorontalo menggelar Tumbilotohe di kedalaman sekitar 8 meter
- Dengan tema “Hulondalo Mulolo” dan sekitar 6.000 lampu botol, festival ini menjadi magnet budaya yang mempertemukan masyarakat lokal, pengunjung luar daerah, hingga wisatawan asing
TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana Festival Tumbilotohe di kawasan perkantoran Desa Tinelo Ayula, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, semakin semarak, Selasa (17/3/2026).
Desa Tinelo Ayula berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Gorontalo, dengan waktu tempuh kurang lebih 25–30 menit menggunakan kendaraan bermotor melalui jalur utama Kota Gorontalo–Bone Bolango.
Selepas salat tarawih, warga terus berdatangan memadati lokasi kegiatan. Arus pengunjung terlihat datang dari dua arah berbeda, baik melalui pintu utama maupun jalur sisi utara kawasan.
Halaman Dinas Kominfotik yang berada dekat lokasi pelaksanaan kegiatan dipenuhi kendaraan roda dua.
Kepadatan ini menjadi tanda antusiasme masyarakat yang ingin mnyaksikan langsung keindahan ribuan lampu botol yang dipasang di area lapangan.
Di dalam kawasan festival, pengunjung silih berganti datang dan pergi.
Warga yang telah berpose dan mengabadikan momen, langsung bergantian dengan pengunjung lain yang ingin merasakan pengalaman serupa.
Semua kalangan tampak hadir, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Mereka larut dalam suasana ceria, menikmati keindahan Tumbilotohe dengan latar ribuan lampu botol yang tersusun rapi.
Meski pada malam ke-28 ini lapak UMKM tidak terisi penuh dan tidak seramai malam sebelumnya, hal tersebut tidak mengurangi minat masyarakat untuk datang.
Salah satu pengunjung, Aril Hemeto, mengaku mengetahui festival tersebut dari media sosial.
"Saya taunya dari media sosial, banyak yang share juga," ujarnya.
Aril yang datang bersama kekasihnya menyebut baru sempat berkunjung pada malam tersebut.
Ia juga menilai konsep yang diusung memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daerah lain.