Tumbilotohe Gorontalo
Lihat Keindahan Ribuan Lampu Botol, Warga Gorontalo Berbondong-bondong Datangi Desa Tinelo Ayula
Suasana Festival Tumbilotohe di kawasan perkantoran Desa Tinelo Ayula, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, semakin semarak
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-warga-menyaksikan-Tumbilotohe-di-Desa-Tinelo-Ayula.jpg)
Keindahan cahaya lampu yang berpadu dengan nuansa tradisional menjadikan festival ini tidak hanya sebagai perayaan budaya, tetapi juga magnet bagi masyarakat lokal hingga luar daerah.
Baca juga: Keluarga Fanny dan Yessi Mustaki di Gorontalo Buka Opsi Jalur Hukum: Supaya Tidak Ada Lagi Korban
Tumbilotohe Bawah Laut
Tak hanya di daratan, perayaan tradisi Tumbilotohe dirayakan di bawah laut oleh komunitas penyelam.
Para penyelam ini berasal dari berbagai unsur, di antaranya Lanal Gorontalo, komunitas Wawahe’a Gorontalo, Edu Dive, Basarnas, hingga Polairud Polda Gorontalo.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di perairan sekitar dermaga nelayan, Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Aksi ini menjadi bagian dari upaya memeriahkan tradisi yang rutin digelar menjelang Idul Fitri.
Komandan Lanal Gorontalo, Letkol Laut (P) Hanny Chandra, menjelaskan bahwa pihaknya memang menggelar lebih dulu agenda Tumbiltohe tersebut.
Sebagai informasi, bahwa Tumbiltohe adalah agenda pasang lampu oleh warga Gorontalo di tiga hari terakhir Ramadan.
Namun, penyelam Gorontalo bersama Lanal menggelar agenda ini sehari sebelum waktu biasanya.
Kata Hanny Chandra, melalui konsep bawah laut, pihaknya ingin ikut berkontribusi dalam pelaksanaan tradisi tersebut dengan cara yang berbeda.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 28 personel diterjunkan menyelam ke dasar laut.
Prosesi Tumbilotohe dilakukan dengan penyelaman hingga kedalaman sekitar delapan meter.
Hanny Chandra memimpin langsung kegiatan tersebut, dengan membawa lampu khusus yang dirancang untuk penggunaan di bawah air.
Seluruh rangkaian kegiatan direkam sebagai bahan dokumentasi.
Nantinya, hasil dokumentasi tersebut akan dipadukan dengan suasana Tumbilotohe yang berlangsung di daratan.
Tidak hanya menjaga tradisi, kegiatan ini juga dinilai sebagai langkah kreatif dalam memperkenalkan potensi wisata bahari di Gorontalo.