Universitas Negeri Gorontalo
Tradisi Tumbilotohe Gorontalo, Mahasiswa UNG Siapkan 2.500 Lampu Botol
Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mulai mematangkan berbagai persiapan tradisi Tumbilotohe.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mahasiswa-ingin-menghidupkan-tradisi-Tumbilotohe.jpg)
Ringkasan Berita:
- Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mempersiapkan ribuan lampu botol untuk menghiasi kawasan Kampus IV UNG
- Dekorasi utama berupa terowongan lampu berbentuk lengkungan, titik pusat berbentuk lingkaran dengan susunan lampu botol, serta gerbang bertuliskan “Tumbilotohe.”
- Jumlah lampu botol disesuaikan dengan filosofi angkatan kepanitiaan
(Penulis: Yunima Hasan, Mahasiswa Magang Junalistik UNG)
TRIBUNGORONTALO.COM – Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mulai mematangkan berbagai persiapan tradisi Tumbilotohe.
Tumbilotohe merupakan tradisi masyarakat Gorontalo memasang lampu di bahu jalan atau halaman rumah. Aksi ini dilakukan pada tiga malam terakhir Ramadan.
Ribuan lampu botol disiapkan sebagai dekorasi utama yang akan menghiasi kawasan Kampus IV UNG, Jl Dr. Zainal Umar Sidiki, Moutong, Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Pantauan pada Minggu (15/3/2026), sejumlah mahasiswa terlihat sibuk merakit lampu botol dan membangun rangka dekorasi di area kampus.
Ketua Panitia Pelaksana Tumbilotohe Fakultas Teknik UNG, Aljufri, mengatakan kegiatan tahun ini kembali dipusatkan di Kampus 4 UNG, tepatnya di area dari belakang perpustakaan hingga gerbang utama kampus.
“Sejak Fakultas Teknik pindah ke Kampus 4, kegiatan Tumbilotohe memang dilaksanakan di sini,” ujarnya.
Pada malam hari, suasana persiapan terlihat di salah satu teras gedung kampus. Sejumlah mahasiswa duduk melingkar sambil merakit ratusan botol kaca yang akan dijadikan lampu.
Baca juga: Pesan Tak Biasa Fanny Anelsia Mustaki PNS Gorontalo Sebelum Kecelakaan Maut
Botol-botol tersebut disusun rapi di lantai, sementara beberapa mahasiswa memasang sumbu lampu dan merangkai kawat sebagai penyangga. Di sekitar mereka tampak kardus dan peralatan kerja yang digunakan untuk proses perakitan.
Suasana kerja berlangsung sederhana namun penuh kebersamaan. Para mahasiswa saling berbagi tugas, mulai dari membersihkan botol, memasang sumbu, hingga merakit rangka lampu yang nantinya akan dipasang di area dekorasi.
Sementara itu, pada sore hari mahasiswa lainnya mulai membangun rangka dekorasi dari bambu di area luar kampus. Beberapa mahasiswa memegang bambu panjang, sementara yang lain mengikatnya dengan tali untuk membentuk rangka penyangga lampu. Deretan rangka bambu mulai berdiri di sepanjang area kampus yang nantinya akan menjadi jalur dekorasi Tumbilotohe.
Konsep Dekorasi Tumbilotohe
Selain menyiapkan lampu botol, panitia juga telah merancang konsep dekorasi yang akan ditampilkan saat pelaksanaan.
Berdasarkan desain yang disiapkan, area utama kegiatan akan dihiasi dengan terowongan lampu berbentuk lengkungan di sisi kiri dan kanan jalan masuk menuju area tengah.
Bagian tengah kawasan akan terdapat titik pusat dekorasi berbentuk lingkaran, dikelilingi susunan lampu botol yang dipasang teratur sehingga membentuk pola cahaya saat malam hari.