Senin, 27 April 2026

Pemkab Bone Bolango

Pemkab Bone Bolango Gorontalo Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah di Hari Otonomi Daerah

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, menegaskan komitmennya memperkuat sinergi pembangunan antara pemerintah daerah

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Pemkab Bone Bolango Gorontalo Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah di Hari Otonomi Daerah
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
HARI OTDA -- Bupati Bone Bolango, Gorontalo Ismet Mile foto bersama dengan jajaran Forkopimda Kabupaten Bone Bolango seusai Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah, Senin (27/4/2026). (Sumber foto: Prokopim Pemkab Bone Bolango) 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Bone Bolango memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30 sebagai momentum evaluasi tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, dan berpihak pada masyarakat
  • Bupati Ismet Mile menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat
  • Fokus pembangunan diarahkan pada isu strategis seperti ketahanan pangan hingga peningkatan kemandirian fiskal daerah

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, menegaskan komitmennya memperkuat sinergi pembangunan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Momentum tersebut ditandai melalui peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Bone Bolango, Kecamatan Suwawa, Senin (27/4/2026). Upacara dihadiri unsur pimpinan daerah serta jajaran pemerintah.

Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, hadir bersama Wakil Bupati Risman Tolingguhu, Sekretaris Daerah Iwan Mustapa, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, serta pimpinan organisasi perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Ismet Mile menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.

Ia menekankan pentingnya sistem pemerintahan yang responsif, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Semangat otonomi daerah bukan sekadar kewenangan administratif, tetapi juga tanggung jawab untuk mengelola potensi lokal secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ismet menambahkan, arah pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan dan keselarasan dengan kebijakan pemerintah pusat. Hubungan yang kuat antara pusat dan daerah menjadi faktor penting agar program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Tema peringatan tahun ini, Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita, disebutnya sebagai dorongan bagi pemerintah daerah untuk semakin mandiri dalam pembangunan.

Namun, kemandirian tersebut tetap harus berada dalam koridor kebijakan nasional agar pembangunan terarah dan berkesinambungan.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam menerjemahkan kebijakan pusat sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan adaptasi serta pemahaman yang kuat terhadap karakteristik wilayah masing-masing.

Sinergi lintas sektor dan kolaborasi antarlembaga juga dinilai menjadi fondasi utama dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. Tanpa kerja sama yang baik, berbagai program berpotensi tidak berjalan optimal.

“Sejumlah isu strategis menjadi perhatian pemerintah daerah, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan,” tegasnya.

Baca juga: Tes Kompetensi Akademik di Bone Bolango Gorontalo Berakhir 30 April, Hasil Ujian Tunggu Rilis Pusat

Bupati Bone Bolango, Gorontalo Ismet Mile berpose bersama jajaran Forkopimda
HARI OTDA -- Bupati Bone Bolango, Gorontalo Ismet Mile berpose bersama jajaran Forkopimda seusai upacara Hari Otonomi Daerah, Senin (27/4/2026). (Sumber foto: Prokopim Pemkab Bone Bolango)

Selain itu, Pemkab Bone Bolango juga menaruh perhatian pada reformasi birokrasi berbasis digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Langkah ini dilakukan guna menjawab tuntutan masyarakat terhadap layanan yang cepat, mudah, dan transparan.

Ismet menambahkan, peningkatan kemandirian fiskal daerah juga menjadi fokus melalui optimalisasi pendapatan asli daerah serta pengelolaan anggaran yang efektif dan berorientasi hasil. Kemandirian fiskal dinilai penting agar daerah tidak sepenuhnya bergantung pada transfer dari pemerintah pusat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved