Jumat, 8 Mei 2026

Gorontalo Hari Ini

Harga Plastik Melonjak, Pedagang di Gorontalo Akui Terbebani meski Pangan Turun

Kenaikan harga plastik menjadi keluhan utama para pedagang di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. 

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Harga Plastik Melonjak, Pedagang di Gorontalo Akui Terbebani meski Pangan Turun
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
KENAIKAN HARGA PLASTIK -- Pedagang menunjukkan tas kresek yang kini harganya melonjak di pasaran. Para pedagang sama-sama mengeluhkan harga plastik. (Sumber: TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu) 

Ringkasan Berita:
  • Kenaikan harga kantong plastik di Bone Bolango menembus Rp10.000 per stok, membuat pedagang seperti Mita Kadir harus menyesuaikan harga jual bahan pokok demi menutup biaya operasional.
  • Mita memilih menaikkan harga barang Rp500–Rp1.000 per item, sementara Darwin Rajakana tetap mempertahankan harga lama dan menanggung beban sendiri
  • Meski harga cabai, tomat, dan bawang relatif turun atau stabil, lonjakan biaya plastik justru mengguncang keseimbangan usaha kecil

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kenaikan harga plastik menjadi keluhan utama para pedagang di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. 

Bagi para pedagang kecil di Desa Dutohe dan Desa Bube, kantong plastik bukan sekadar pelengkap, melainkan instrumen vital dalam setiap detak transaksi mereka.

Kenaikan harga plastik kemasan ini menjadi keluhan utama yang memicu keresahan kolektif di kalangan pedagang. 

Mereka merasa terjepit di antara keinginan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dan kenyataan biaya operasional yang terus membengkak.

Di tengah situasi harga bahan pangan yang relatif stabil, lonjakan biaya plastik terasa seperti hantaman yang tak terduga. 

Margin keuntungan yang tadinya diprediksi membaik seiring turunnya harga komoditas, kini harus tergerus kembali oleh biaya pengemasan yang tak terkendali.

Mita Kadir, salah seorang pedagang yang setiap hari berjaga di lapaknya di Desa Dutohe, Kecamatan Kabila, menjadi saksi hidup fenomena ini. 

Baginya, kenaikan harga plastik kali ini terasa sangat berbeda dan jauh lebih signifikan dibandingkan kenaikan-kenaikan sebelumnya.

Mita mengungkapkan bahwa kenaikan harga plastik tersebut telah menembus angka di atas Rp10.000 untuk setiap pembelian stok plastiknya. Angka ini dianggap sangat besar bagi pedagang kelas menengah ke bawah yang perputaran modalnya sangat bergantung pada selisih harga kecil.

"Yang naik itu harga tas (plastik), Pak," ujar Mita kepada TribunGorontalo.com, Minggu (26/4/2026).

Kenaikan ini, menurutnya, memaksa para pedagang untuk memutar otak lebih keras agar tetap bisa bertahan.

Mau tidak mau, Mita mengaku harus menyesuaikan harga jual sejumlah bahan pokok yang ia jajakan. 

Meski sebenarnya ia merasa tidak enak hati kepada para pelanggan setianya, pilihan tersebut harus diambil demi menutupi biaya operasional yang melonjak.

Penyesuaian harga yang dilakukan Mita memang terlihat kecil, yakni berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000 per item barang. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved