Viral Gorontalo
Warga Bulango Utara Gorontalo Curhat Anaknya Dikejar OTK di Jalanan Sepi
Keluhan warga terkait situasi keamanan di wilayah Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, ramai diperbincangkan
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-jalanan-yang-diperbincangkan-warga-Bulango-Utara.jpg)
Ringkasan Berita:
- Warga Bulango Utara mengeluhkan aksi pengejaran oleh orang tidak dikenal di jalur sepi antara Desa Tupa dan Desa Boidu yang kini viral di media sosial
- Kurangnya penerangan jalan (PJU) dan lokasi yang jauh dari pemukiman membuat kawasan tanjakan tersebut dinilai rawan, terutama bagi pengendara perempuan di malam hari.
- Warga berharap pemerintah dan aparat keamanan segera bertindak dengan menambah lampu jalan serta melakukan patroli rutin guna mencegah terjadinya tindak kriminal
TRIBUNGORONTALO.COM – Keluhan warga terkait situasi keamanan di wilayah Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, ramai diperbincangkan di media sosial.
Salah satu unggahan datang dari Agustina Adam yang menceritakan pengalaman tidak menyenangkan saat melintas di jalur perbatasan Desa Tupa dan Desa Boidu.
Unggahan tersebut kemudian dibagikan ulang hingga memicu perhatian luas, termasuk di berbagai grup percakapan warga.
Agustina mengingatkan masyarakat, khususnya perempuan, agar lebih berhati-hati saat melintas di jalan yang sepi, terutama pada kondisi jalan yang gelap dan menurun.
Ia mengungkapkan bahwa anaknya sempat dikejar oleh orang tidak dikenal sejak dari wilayah Kecamatan Tapa.
Anaknya baru menyadari pengejaran tersebut tepat di perbatasan Desa Boidu dan Desa Tupa.
“Hati-hati orang dari Tapa atau kota, anak saya dikejar dengan motor. Anak saya sadar nanti di perbatasan Desa Boidu dan Desa Tupa," tulisnya melalui unggahan media sosial, Rabu (29/4/2026).
Baca juga: Jalan Sepi di Bone Bolango Gorontalo Rawan, Polsek Fokus Patroli Malam Hari
Ia juga menyebutkan bahwa pengejaran tersebut baru berhenti setelah anaknya memutuskan untuk berhenti di lokasi yang ramai.
"Anak saya laju-laju kemudian singgah di tempat jahit yang ramai, lalu orang di motor yang mengejar balik arah," bebernya.
Senada dengan Agustina, Misran Saleh yang merupakan warga Desa Tupa, menilai kondisi jalan di wilayah tersebut memang rawan.
Hal ini terutama terjadi pada malam hari karena minimnya penerangan jalan dan lokasinya yang jauh dari permukiman warga.
"Memang ditanjakan antara Desa Tupa dan Desa Boidu gelap dan tidak ada rumah di situ," ujarnya.
Misran mengaku warga kerap merasa khawatir saat melintas, apalagi ia memiliki anak perempuan yang sering pulang larut malam.