Tribun Podcast
Profil Faisal Yunus: Anak Pesisir Pimpin DPRD Bone Bolango Gorontalo
Ia berasal dari Desa Kaidundu, Kecamatan Bulawa, salah satu daerah pesisir di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Content-Manager-TribunGorontalocom-Aldi-Ponge-bersama-Ketua-DPRD.jpg)
Ringkasan Berita:
- Lahir di Desa Kaidundu dari keluarga sederhana, karakter Faisal dibentuk oleh etos kerja keras ayahnya yang bekerja serabutan sebagai nelayan dan petani
- Karier politiknya dimulai secara tidak sengaja saat menjadi tim pemenangan Pilkada 2015
- Menjadi Ketua DPRD di usia 36 tahun, Faisal mengedepankan pendekatan komunikasi kolektif untuk merangkul anggota yang lebih senior
TRIBUNGORONTALO.COM – Ketua DPRD Bone Bolango, Faisal Yunus, merupakan sosok yang lahir dan tumbuh dari wilayah ujung pesisir.
Ia berasal dari Desa Kaidundu, Kecamatan Bulawa, salah satu daerah pesisir di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Latar belakang sebagai anak pesisir membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap kehidupan. Faisal tumbuh dari keluarga sederhana yang jauh dari kemewahan. Orang tuanya mengandalkan kerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Faisal Yunus menceritakan bahwa ibunya adalah seorang ibu rumah tangga, sementara ayahnya menjalani berbagai pekerjaan demi menghidupi keluarga. Ayahnya tidak memiliki satu profesi tetap; mulai dari mencari rotan, berkebun, hingga melaut.
"Ibu saya hanya ibu rumah tangga, sementara bapak saya itu bisa dibilang mengerjakan apa saja. Dulu beliau pernah mencari rotan di hutan bersama teman-temannya, kemudian juga berkebun, dan di waktu lain beliau turun melaut sebagai nelayan," ujar Faisal saat hadir di program siniar 'Tribun Podcast' bersama Content Manager TribunGorontalo,com, Aldi Ponge, Kamis (30/4/2026).
Bahkan, saat mencari ikan di laut, ayahnya bisa menyeberang hingga ke daerah tetangga di Provinsi Sulawesi Utara.
"Bahkan tidak hanya di kampung, beliau sampai melaut ke daerah lain seperti Bolaang Mongondow Selatan dan Minahasa Tenggara, semua itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan keluarga," jelas Faisal Yunus.
Kehidupan keluarga yang sederhana tersebut menjadi sekolah pertama baginya dalam memahami arti kerja keras dan tanggung jawab. Ia mengaku sejak kecil tidak dibiasakan hidup bergantung pada orang lain. Apa yang ia inginkan tidak serta-merta diberikan, melainkan harus diusahakan sendiri.
"Kami tidak dibesarkan dengan cara dimanjakan. Orang tua selalu mengajarkan bahwa kalau ingin sesuatu, harus berusaha sendiri. Tidak bisa hanya meminta. Itu yang membuat kami terbiasa mandiri sejak kecil, karena memang orang tua kami juga menjalani hidup dengan cara seperti itu," paparnya.
Selain kemandirian, orang tuanya menanamkan nilai penting tentang cara memperlakukan sesama. Pesan tersebut terus ia ingat hingga sekarang, terutama setelah ia menduduki jabatan strategis.
Baca juga: Sosok Iptu Abram Mamahani: 32 Tahun Mengabdi, dari Reserse hingga Kapolsek Kota Barat Gorontalo
"Orang tua selalu mengingatkan, kalau nanti kita sudah berhasil, jangan pernah merasa lebih tinggi dari orang lain. Jangan menganggap orang lain itu di bawah kita," ungkap politisi NasDem tersebut.
Perjalanan Faisal Yunus di dunia politik tidak dimulai dari ambisi sejak awal. Setelah menyelesaikan pendidikan di jurusan ekonomi pada tahun 2014, ia belum berencana terjun ke politik. Namun, momentum Pilkada Bone Bolango tahun 2015 menjadi titik balik dalam hidupnya ketika seorang teman mengajaknya bergabung dalam tim pemenangan.
"Awalnya saya tidak punya rencana masuk politik. Tapi waktu itu ada teman yang mengajak saya untuk ikut dalam tim pemenangan Pilkada Bone Bolango. Dari situ saya mulai terlibat, bahkan dipercaya menjadi koordinator kecamatan di wilayah Bulawa," jelasnya.
Pengalaman tersebut membuka wawasannya tentang dunia politik serta dinamika kerja lapangan. Setelah pasangan calon yang didukungnya menang, karier politiknya semakin berkembang. Faisal bersama tim lainnya kemudian direkrut ke dalam struktur partai di tingkat provinsi.