Tribun Podcast
Profil Faisal Yunus: Anak Pesisir Pimpin DPRD Bone Bolango Gorontalo
Ia berasal dari Desa Kaidundu, Kecamatan Bulawa, salah satu daerah pesisir di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Content-Manager-TribunGorontalocom-Aldi-Ponge-bersama-Ketua-DPRD.jpg)
"Itu menjadi awal saya masuk dalam struktur partai. Dari yang sebelumnya hanya tim pemenangan, kemudian dipercaya ikut dalam kepengurusan. Di situ saya mulai belajar lebih dalam tentang politik," kata Faisal.
Dalam perjalanan politiknya, Faisal Yunus memilih bergabung dengan Partai NasDem. Keputusan tersebut diambil karena adanya kesamaan visi dan nilai. Selain itu, faktor figur Rahmat Gobel, Anggota DPR RI Dapil Gorontalo, menjadi pertimbangan besar baginya.
"Kalau ditanya kenapa memilih NasDem, salah satunya karena ada sosok Pak Rahmat Gobel di dalamnya. Kami melihat beliau bukan baru sekarang berbuat untuk Gorontalo, tapi jauh sebelum masuk politik pun sudah banyak kontribusinya untuk masyarakat," ucapnya.
Menurutnya, hal tersebut menjadi alasan kuat untuk bergabung. Ia juga menyebut bahwa di dalam partai, ia banyak belajar tentang pentingnya menjaga kedekatan dengan rakyat.
"Yang selalu ditekankan adalah bagaimana kita harus dekat dengan rakyat, mendengarkan keluhan mereka, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Itu yang terus diajarkan," katanya.
Menjadi Pemimpin Muda di Parlemen
Karier politik Faisal Yunus terus menanjak hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua DPRD Bone Bolango pada usia yang relatif muda, yakni 36 tahun. Di posisi tersebut, ia harus memimpin anggota dewan yang sebagian besar lebih senior darinya. Ia tidak menampik bahwa kondisi tersebut sempat membuatnya kurang percaya diri.
"Kalau jujur, di awal-awal saya sempat merasa seperti masih anak kecil di dalam DPRD. Karena yang saya hadapi itu banyak yang lebih senior, bahkan bisa dibilang seperti orang tua sendiri," ungkapnya.
Namun, ia tidak larut dalam kecanggungan tersebut. Ia memilih pendekatan komunikasi dan kebersamaan dalam memimpin. Menurutnya, keputusan di DPRD harus diambil secara kolektif.
"Dalam DPR itu tidak bisa keputusan diambil sendiri oleh ketua. Semua harus melalui proses diskusi. Kita harus duduk bersama, mendengarkan semua pendapat, baru kemudian mengambil keputusan secara kolektif," tegasnya.
Sebagai Ketua DPRD, Faisal menaruh perhatian besar pada pembangunan merata, terutama di wilayah pinggiran dan pesisir. Sebagai "anak pesisir", ia sangat memahami kondisi daerah yang jauh dari pusat pemerintahan, salah satunya Kecamatan Pinogu.
"Saya datang langsung ke Pinogu, karena saya tidak mau hanya mendengar cerita. Saya ingin melihat sendiri kondisi di sana, terutama soal infrastruktur jalan yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, akses jalan yang terbatas adalah persoalan utama. Ia menyebut masyarakat di sana memiliki satu harapan besar yang sangat mendasar.
"Kalau kita tanya masyarakat di sana, mereka hanya minta satu hal. Jalan. Bahkan mereka bilang, yang pertama jalan, kedua jalan, ketiga juga jalan. Itu menunjukkan betapa pentingnya akses tersebut bagi mereka," ungkapnya.
Faisal Yunus merupakan satu-satunya petahana dari Partai NasDem di DPRD Bone Bolango yang berhasil meraih suara terbanyak di Dapil Bone Bolango 2 (Bonepantai, Kabila Bone, Bone, Bone Raya, dan Bulawa).
Ia sukses mengantongi 2.519 suara pribadi dari total 5.239 suara partai. (*/Jefri)