Jumat, 1 Mei 2026

Tribun Podcast

Profil Faisal Yunus: Anak Pesisir Pimpin DPRD Bone Bolango Gorontalo

Ia berasal dari Desa Kaidundu, Kecamatan Bulawa, salah satu daerah pesisir di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Profil Faisal Yunus: Anak Pesisir Pimpin DPRD Bone Bolango Gorontalo
TribunGorontalo.com
TRIBUN PODCAST -- Content Manager TribunGorontalo.com, Aldi Ponge bersama Ketua DPRD Kabupaten Bone Bolango, Faisal Yunus. (Sumber: Tangkapan layar YouTube Tribun Gorontalo) 
Ringkasan Berita:
  • Lahir di Desa Kaidundu dari keluarga sederhana, karakter Faisal dibentuk oleh etos kerja keras ayahnya yang bekerja serabutan sebagai nelayan dan petani
  • Karier politiknya dimulai secara tidak sengaja saat menjadi tim pemenangan Pilkada 2015
  • Menjadi Ketua DPRD di usia 36 tahun, Faisal mengedepankan pendekatan komunikasi kolektif untuk merangkul anggota yang lebih senior

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Ketua DPRD Bone Bolango, Faisal Yunus, merupakan sosok yang lahir dan tumbuh dari wilayah ujung pesisir.

Ia berasal dari Desa Kaidundu, Kecamatan Bulawa, salah satu daerah pesisir di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Latar belakang sebagai anak pesisir membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap kehidupan. Faisal tumbuh dari keluarga sederhana yang jauh dari kemewahan. Orang tuanya mengandalkan kerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Faisal Yunus menceritakan bahwa ibunya adalah seorang ibu rumah tangga, sementara ayahnya menjalani berbagai pekerjaan demi menghidupi keluarga. Ayahnya tidak memiliki satu profesi tetap; mulai dari mencari rotan, berkebun, hingga melaut.

"Ibu saya hanya ibu rumah tangga, sementara bapak saya itu bisa dibilang mengerjakan apa saja. Dulu beliau pernah mencari rotan di hutan bersama teman-temannya, kemudian juga berkebun, dan di waktu lain beliau turun melaut sebagai nelayan," ujar Faisal saat hadir di program siniar 'Tribun Podcast' bersama Content Manager TribunGorontalo,com, Aldi Ponge, Kamis (30/4/2026).

Bahkan, saat mencari ikan di laut, ayahnya bisa menyeberang hingga ke daerah tetangga di Provinsi Sulawesi Utara.

"Bahkan tidak hanya di kampung, beliau sampai melaut ke daerah lain seperti Bolaang Mongondow Selatan dan Minahasa Tenggara, semua itu dilakukan demi memenuhi kebutuhan keluarga," jelas Faisal Yunus.

Kehidupan keluarga yang sederhana tersebut menjadi sekolah pertama baginya dalam memahami arti kerja keras dan tanggung jawab. Ia mengaku sejak kecil tidak dibiasakan hidup bergantung pada orang lain. Apa yang ia inginkan tidak serta-merta diberikan, melainkan harus diusahakan sendiri.

"Kami tidak dibesarkan dengan cara dimanjakan. Orang tua selalu mengajarkan bahwa kalau ingin sesuatu, harus berusaha sendiri. Tidak bisa hanya meminta. Itu yang membuat kami terbiasa mandiri sejak kecil, karena memang orang tua kami juga menjalani hidup dengan cara seperti itu," paparnya.

Selain kemandirian, orang tuanya menanamkan nilai penting tentang cara memperlakukan sesama. Pesan tersebut terus ia ingat hingga sekarang, terutama setelah ia menduduki jabatan strategis.

Baca juga: Sosok Iptu Abram Mamahani: 32 Tahun Mengabdi, dari Reserse hingga Kapolsek Kota Barat Gorontalo

Sosok Ketua DPRD Bone Bolango, Faisal Yunus
ANGGOTA DPRD -- Sosok Ketua DPRD Bone Bolango, Faisal Yunus saat podcast bersama Content Manager TribunGorontalo.com, Aldi Ponge, Kamis (30/4/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

"Orang tua selalu mengingatkan, kalau nanti kita sudah berhasil, jangan pernah merasa lebih tinggi dari orang lain. Jangan menganggap orang lain itu di bawah kita," ungkap politisi NasDem tersebut.

Perjalanan Faisal Yunus di dunia politik tidak dimulai dari ambisi sejak awal. Setelah menyelesaikan pendidikan di jurusan ekonomi pada tahun 2014, ia belum berencana terjun ke politik. Namun, momentum Pilkada Bone Bolango tahun 2015 menjadi titik balik dalam hidupnya ketika seorang teman mengajaknya bergabung dalam tim pemenangan.

"Awalnya saya tidak punya rencana masuk politik. Tapi waktu itu ada teman yang mengajak saya untuk ikut dalam tim pemenangan Pilkada Bone Bolango. Dari situ saya mulai terlibat, bahkan dipercaya menjadi koordinator kecamatan di wilayah Bulawa," jelasnya.

Pengalaman tersebut membuka wawasannya tentang dunia politik serta dinamika kerja lapangan. Setelah pasangan calon yang didukungnya menang, karier politiknya semakin berkembang. Faisal bersama tim lainnya kemudian direkrut ke dalam struktur partai di tingkat provinsi.

"Itu menjadi awal saya masuk dalam struktur partai. Dari yang sebelumnya hanya tim pemenangan, kemudian dipercaya ikut dalam kepengurusan. Di situ saya mulai belajar lebih dalam tentang politik," kata Faisal.

Dalam perjalanan politiknya, Faisal Yunus memilih bergabung dengan Partai NasDem. Keputusan tersebut diambil karena adanya kesamaan visi dan nilai. Selain itu, faktor figur Rahmat Gobel, Anggota DPR RI Dapil Gorontalo, menjadi pertimbangan besar baginya.

"Kalau ditanya kenapa memilih NasDem, salah satunya karena ada sosok Pak Rahmat Gobel di dalamnya. Kami melihat beliau bukan baru sekarang berbuat untuk Gorontalo, tapi jauh sebelum masuk politik pun sudah banyak kontribusinya untuk masyarakat," ucapnya.

Menurutnya, hal tersebut menjadi alasan kuat untuk bergabung. Ia juga menyebut bahwa di dalam partai, ia banyak belajar tentang pentingnya menjaga kedekatan dengan rakyat.

"Yang selalu ditekankan adalah bagaimana kita harus dekat dengan rakyat, mendengarkan keluhan mereka, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Itu yang terus diajarkan," katanya.

Menjadi Pemimpin Muda di Parlemen

Karier politik Faisal Yunus terus menanjak hingga akhirnya dipercaya menjadi Ketua DPRD Bone Bolango pada usia yang relatif muda, yakni 36 tahun. Di posisi tersebut, ia harus memimpin anggota dewan yang sebagian besar lebih senior darinya. Ia tidak menampik bahwa kondisi tersebut sempat membuatnya kurang percaya diri.

"Kalau jujur, di awal-awal saya sempat merasa seperti masih anak kecil di dalam DPRD. Karena yang saya hadapi itu banyak yang lebih senior, bahkan bisa dibilang seperti orang tua sendiri," ungkapnya.

Namun, ia tidak larut dalam kecanggungan tersebut. Ia memilih pendekatan komunikasi dan kebersamaan dalam memimpin. Menurutnya, keputusan di DPRD harus diambil secara kolektif.

"Dalam DPR itu tidak bisa keputusan diambil sendiri oleh ketua. Semua harus melalui proses diskusi. Kita harus duduk bersama, mendengarkan semua pendapat, baru kemudian mengambil keputusan secara kolektif," tegasnya.

Sebagai Ketua DPRD, Faisal menaruh perhatian besar pada pembangunan merata, terutama di wilayah pinggiran dan pesisir. Sebagai "anak pesisir", ia sangat memahami kondisi daerah yang jauh dari pusat pemerintahan, salah satunya Kecamatan Pinogu.

"Saya datang langsung ke Pinogu, karena saya tidak mau hanya mendengar cerita. Saya ingin melihat sendiri kondisi di sana, terutama soal infrastruktur jalan yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat," ujarnya.

Menurutnya, akses jalan yang terbatas adalah persoalan utama. Ia menyebut masyarakat di sana memiliki satu harapan besar yang sangat mendasar.

"Kalau kita tanya masyarakat di sana, mereka hanya minta satu hal. Jalan. Bahkan mereka bilang, yang pertama jalan, kedua jalan, ketiga juga jalan. Itu menunjukkan betapa pentingnya akses tersebut bagi mereka," ungkapnya.

Faisal Yunus merupakan satu-satunya petahana dari Partai NasDem di DPRD Bone Bolango yang berhasil meraih suara terbanyak di Dapil Bone Bolango 2 (Bonepantai, Kabila Bone, Bone, Bone Raya, dan Bulawa). 

Ia sukses mengantongi 2.519 suara pribadi dari total 5.239 suara partai. (*/Jefri)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved