Kamis, 19 Maret 2026

Tumbilotohe Gorontalo

Lihat Keindahan Ribuan Lampu Botol, Warga Gorontalo Berbondong-bondong Datangi Desa Tinelo Ayula

Suasana Festival Tumbilotohe di kawasan perkantoran Desa Tinelo Ayula, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, semakin semarak

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Lihat Keindahan Ribuan Lampu Botol, Warga Gorontalo Berbondong-bondong Datangi Desa Tinelo Ayula
TribunGorontalo.com
TRADISI TUMBILOTOHE -- Suasana warga menyaksikan Tumbilotohe di Desa Tinelo Ayula, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Lokasinya terletak di kawasan perkantoran Pemprov Gorontalo. 
Ringkasan Berita:
  • Ribuan lampu botol menghiasi kawasan perkantoran, menarik pengunjung dari berbagai daerah hingga mancanegara. Meski lapak UMKM tidak penuh, antusiasme warga tetap tinggi  
  • Komunitas penyelam bersama Lanal Gorontalo menggelar Tumbilotohe di kedalaman sekitar 8 meter
  • Dengan tema “Hulondalo Mulolo” dan sekitar 6.000 lampu botol, festival ini menjadi magnet budaya yang mempertemukan masyarakat lokal, pengunjung luar daerah, hingga wisatawan asing

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Suasana Festival Tumbilotohe di kawasan perkantoran Desa Tinelo Ayula, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, semakin semarak, Selasa (17/3/2026).

Desa Tinelo Ayula berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat Kota Gorontalo, dengan waktu tempuh kurang lebih 25–30 menit menggunakan kendaraan bermotor melalui jalur utama Kota Gorontalo–Bone Bolango.

Selepas salat tarawih, warga terus berdatangan memadati lokasi kegiatan. Arus pengunjung terlihat datang dari dua arah berbeda, baik melalui pintu utama maupun jalur sisi utara kawasan.

Halaman Dinas Kominfotik yang berada dekat lokasi pelaksanaan kegiatan dipenuhi kendaraan roda dua. 

Kepadatan ini menjadi tanda antusiasme masyarakat yang ingin mnyaksikan langsung keindahan ribuan lampu botol yang dipasang di area lapangan.

Di dalam kawasan festival, pengunjung silih berganti datang dan pergi. 

Warga yang telah berpose dan mengabadikan momen, langsung bergantian dengan pengunjung lain yang ingin merasakan pengalaman serupa.

Semua kalangan tampak hadir, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. 

Mereka larut dalam suasana ceria, menikmati keindahan Tumbilotohe dengan latar ribuan lampu botol yang tersusun rapi.

Meski pada malam ke-28 ini lapak UMKM tidak terisi penuh dan tidak seramai malam sebelumnya, hal tersebut tidak mengurangi minat masyarakat untuk datang.

Salah satu pengunjung, Aril Hemeto, mengaku mengetahui festival tersebut dari media sosial.

"Saya taunya dari media sosial, banyak yang share juga," ujarnya. 

Aril yang datang bersama kekasihnya menyebut baru sempat berkunjung pada malam tersebut. 

Ia juga menilai konsep yang diusung memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daerah lain.

"Ini bagus, masih pakai konsep tradisional, masih pakai lampu botol," ungkap Aril.

Pria yang datang dari Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango itu juga memberikan harapan untuk pelaksanaan ke depan.

"Kalau bisa lampu botolnya jauh lebih banyak lagi," sarannya. 

Antusiasme serupa juga disampaikan pengunjung lainnya, Gustin Ibrahim. 

Ia mengaku terkesan dengan ramainya suasana festival.

"Keren sekali, banyak yang datang," tukasnya. 

Ia bahkan datang dari luar daerah, tepatnya Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara. 

Selain berbelanja, kunjungannya juga untuk menikmati suasana Tumbilotohe di Gorontalo.

"Mau belanja, jadi sambil jalan-jalan juga menikmati Tumbilotohe," jelasnya. 

Menurut Gustin, perayaan Tumbilotohe di Gorontalo memiliki kemiripan dengan yang ada di daerahnya, karena adanya keterkaitan budaya.

"Sama juga dengan di sana, masih pakai bambu kuning begitu,"pungkasnya. 

Seiring waktu yang semakin larut, jumlah pengunjung justru terus bertambah. 

Kegiatan di panggung utama seperti kuis dan nyanyian religi turut menambah semarak suasana malam itu.

Bahkan, terlihat pula sejumlah pengunjung mancanegara yang turut hadir menikmati keindahan festival.

Sebagai informasi, Festival Tumbilotohe tahun ini mengusung tema “Hulondalo Mulolo” dan menghadirkan sekitar 6.000 lampu botol yang menjadi daya tarik utama.

Keindahan cahaya lampu yang berpadu dengan nuansa tradisional menjadikan festival ini tidak hanya sebagai perayaan budaya, tetapi juga magnet bagi masyarakat lokal hingga luar daerah.

Baca juga: Keluarga Fanny dan Yessi Mustaki di Gorontalo Buka Opsi Jalur Hukum: Supaya Tidak Ada Lagi Korban

Tumbilotohe Bawah Laut

TRADISI TUMBILOTOHE -- Kawasan Festival Tumbilotohe di Desa Tinelo Ayula, Kecamatan Bulango Selatan, Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Selasa (17/3/2026) malam.
TRADISI TUMBILOTOHE -- Kawasan Festival Tumbilotohe di Desa Tinelo Ayula, Kecamatan Bulango Selatan, Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, Selasa (17/3/2026) malam. (TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)

Tak hanya di daratan, perayaan tradisi Tumbilotohe dirayakan di bawah laut oleh komunitas penyelam.

Para penyelam ini berasal dari berbagai unsur, di antaranya Lanal Gorontalo, komunitas Wawahe’a Gorontalo, Edu Dive, Basarnas, hingga Polairud Polda Gorontalo.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di perairan sekitar dermaga nelayan, Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Aksi ini menjadi bagian dari upaya memeriahkan tradisi yang rutin digelar menjelang Idul Fitri.

Komandan Lanal Gorontalo, Letkol Laut (P) Hanny Chandra, menjelaskan bahwa pihaknya memang menggelar lebih dulu agenda Tumbiltohe tersebut.

Sebagai informasi, bahwa Tumbiltohe adalah agenda pasang lampu oleh warga Gorontalo di tiga hari terakhir Ramadan. 

Namun, penyelam Gorontalo bersama Lanal menggelar agenda ini sehari sebelum waktu biasanya. 

Kata Hanny Chandra, melalui konsep bawah laut, pihaknya ingin ikut berkontribusi dalam pelaksanaan tradisi tersebut dengan cara yang berbeda.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 28 personel diterjunkan menyelam ke dasar laut.

Prosesi Tumbilotohe dilakukan dengan penyelaman hingga kedalaman sekitar delapan meter. 

Hanny Chandra memimpin langsung kegiatan tersebut, dengan membawa lampu khusus yang dirancang untuk penggunaan di bawah air.

Seluruh rangkaian kegiatan direkam sebagai bahan dokumentasi.

Nantinya, hasil dokumentasi tersebut akan dipadukan dengan suasana Tumbilotohe yang berlangsung di daratan.

TUMBILOTOHE -- Detik-detik Tumbilotohe di dasar laut di Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Lampu dipasang di dasar laut dan didokumentasikan.
TUMBILOTOHE BAWAH LAUT -- Detik-detik Tumbilotohe di dasar laut di Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Lampu dipasang di dasar laut dan didokumentasikan. (TribunGorontalo.com)

Tidak hanya menjaga tradisi, kegiatan ini juga dinilai sebagai langkah kreatif dalam memperkenalkan potensi wisata bahari di Gorontalo.

Dengan konsep unik, Tumbilotohe bawah laut diharapkan mampu menarik perhatian lebih luas.

Hanny Chandra menyebutkan bahwa ke depan kegiatan serupa diharapkan dapat digelar lebih maksimal, baik dari sisi perlengkapan maupun dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Di sisi lain, perwakilan komunitas penyelam Wawahe’a Gorontalo, Darman Syah Lubis, mengungkapkan bahwa Tumbilotohe bawah laut bukan kegiatan baru.

Tradisi ini telah dijalankan secara konsisten selama tujuh tahun setiap bulan Ramadan.

Menurutnya, keterlibatan komunitas penyelam menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan wisata maritim, sekaligus upaya menjaga kelestarian lingkungan laut.

Pada pelaksanaan tahun ini, panitia memasang sekitar 60 lampu berwarna khusus di dasar laut.

Seluruh aktivitas juga didokumentasikan untuk kemudian disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial.

Dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan ini mulai mendapat perhatian dari wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

Meski demikian, Darman menilai masih diperlukan dukungan lebih besar agar pelaksanaan Tumbilotohe bawah laut dapat dikembangkan menjadi lebih meriah dan modern.

Ia juga menyebut telah ada sinyal dukungan dari Wakil Gubernur, yang berencana mendorong kegiatan tersebut agar mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Provinsi Gorontalo pada pelaksanaan berikutnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Kamis, 19 Maret 2026 (29 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:28
Subuh 04:38
Zhuhr 11:59
‘Ashr 15:00
Maghrib 18:02
‘Isya’ 19:10

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved