Longsor Olele Gorontalo

Update Longsor Olele Gorontalo, Jalan Masih Berlumpur tapi Kendaraan Bisa Melintas

Kondisi jalur Olele, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, masih dipenuhi lumpur akibat longsor dan hujan dengan intensitas tidak menentu.

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
Istimewa
JALUR OLELE -- Kondisi jalan di Desa Olele, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Kini jalanan sudah bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. (Sumber Foto: BPBD Bone Bolango 

Ringkasan Berita:
  • Meski kendaraan sudah bisa melintas, jalur masih dipenuhi lumpur akibat hujan tidak menentu
  • Dalam empat bulan terakhir, jalur Olele beberapa kali dilanda longsor dan banjir
  • BPBD menyiagakan tim khusus bersama TNI-Polri untuk pemantauan dan pengaturan lalu lintas

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kondisi jalur Olele, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, masih dipenuhi lumpur akibat longsor dan hujan dengan intensitas tidak menentu.

Meski kendaraan sudah dapat melintas, pengguna jalan tetap diminta berhati-hati karena permukaan jalan licin dan berlumpur.

Video yang diterima redaksi pada Rabu (7/1/2026) memperlihatkan warga bergotong royong membersihkan material lumpur yang menutupi badan jalan.

Lumpur tersebut terbawa aliran air dari lereng perbukitan saat hujan turun sejak pagi hingga sore, lalu kembali terjadi pada malam hari.

Kepala BPBD Bone Bolango, Achril Babyonggo, menjelaskan kondisi saat ini bukan lagi di titik longsor utama, melainkan endapan lumpur di bagian bawah jalur Olele.

“Untuk jalan Olele itu bukan lagi di titik longsor sebelumnya, tapi di bagian bawah. Lumpur terbawa air dari lokasi longsor di atas,” kata Achril saat dihubungi TribunGorontalo.com, Rabu (7/1/2026).

Ia menambahkan, sebagian badan jalan sudah dibersihkan secara swadaya oleh masyarakat sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat bisa melintas.

Cuaca di wilayah Olele sempat cerah pada Rabu siang, namun hujan kembali turun secara berkala sejak pagi, sore, hingga malam hari.

Pola hujan yang turun, berhenti, lalu turun kembali membuat kondisi jalan tetap rawan licin. Aliran air dari tebing juga masih membawa sisa lumpur ke badan jalan, meski volumenya tidak sebesar hari sebelumnya.

BPBD Bone Bolango terus melakukan pemantauan di lokasi, mengingat jalur Olele merupakan kawasan rawan longsor, terutama saat musim hujan.

Baca juga: Buang Sampah Sembarangan di Kota Gorontalo Bisa Kena Denda Rp10 Juta dan Kurungan 6 Bulan

Kejadian Berulang

Longsor di jalur Olele bukanlah peristiwa pertama. Dalam kurun empat bulan terakhir, kawasan ini sudah beberapa kali mengalami longsor, bahkan sempat disertai banjir.

Menurut Achril, longsor di Olele merupakan kejadian berulang yang dipicu kondisi tanah labil serta curah hujan tinggi dan tidak menentu.

“Empat bulan lalu ada longsor besar, beberapa hari kemarin juga longsor, kemudian disusul banjir,” ujarnya.

BPBD langsung melakukan penanganan awal setiap menerima laporan dari masyarakat dan aparat setempat, serta berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional. Hal ini dilakukan karena jalur Olele merupakan akses penting yang menghubungkan wilayah pesisir Bone Bolango dengan Kota Gorontalo sekaligus jalur Trans Sulawesi.

Baca juga: Banjir Limboto Barat Berpotensi Terulang, BPBD Gorontalo Dorong Status Tanggap Darurat

Mitigasi dan Kendala

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved