Warga Gorontalo Disekap
Agus Hilimi Jadi Korban Sindikat Kamboja, Sang Ibu Minta Bantuan Gubernur dan Bupati Gorontalo
Kisah pilu dialami Agus Hilimi, seorang pria asal Desa Tolotio, Kabupaten Gorontalo, yang kini disekap di Kamboja.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-orang-disekap.jpg)
"Itu imbauan secara moral benar. Karena kenapa? Yang kita takutkan kawan-kawan yang bekerja di Kamboja itu menjadi apa? Operator judi, scamming," ujar Noel di Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu (4/2/2025).
Ia menambahkan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, tidak ada lagi ruang bagi oknum calo tenaga kerja untuk memeras warga.
"Presiden saya cuma perintahnya, jangan korup, layani rakyat. Sudah, gitu," katanya.
Adapun kasus WNI yang menjadi pekerja di Kamboja, Myanmar, dan Thailand terus terjadi. Sebagian besar dari mereka pergi secara non-prosedural, ada pula yang berangkat karena tergiur lowongan kerja dari oknum yayasan tertentu.
Pada 18 Maret 2025, pemerintah memulangkan sebanyak 564 WNI dari Myanmar. Mayoritas dari mereka berasal dari Sumatera Utara (133 orang), diikuti Jawa Barat (75 orang), dan Bangka Belitung (68 orang).
Selain itu, kasus lain juga menimpa seorang pemuda asal Kota Bekasi, Soleh Darmawan (24), yang meninggal dunia di Kamboja. Kasus-kasus ini menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan dan memberikan peringatan kepada masyarakat.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com