Kamis, 5 Maret 2026

Warga Gorontalo Disekap

Agus Hilimi Jadi Korban Sindikat Kamboja, Sang Ibu Minta Bantuan Gubernur dan Bupati Gorontalo

Kisah pilu dialami Agus Hilimi, seorang pria asal Desa Tolotio, Kabupaten Gorontalo, yang kini disekap di Kamboja. 

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Agus Hilimi Jadi Korban Sindikat Kamboja, Sang Ibu Minta Bantuan Gubernur dan Bupati Gorontalo
Freepik
WARGA DISEKAP -- Ilustrasi orang disekap. Agus Hilimi, warga Desa Tololitio, Kabupaten Gorontalo, mengaku disekap di Kamboja. Ibunya kini memohon bantuan gubernur dan bupati. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kisah pilu dialami Agus Hilimi, seorang pria asal Desa Tolotio, Kabupaten Gorontalo, yang kini diduga disekap di Kamboja. 

Ia menjadi korban sindikat perdagangan manusia setelah tergiur tawaran gaji fantastis. 

Pihak perusahaan ilegal yang menyekapnya bahkan meminta tebusan Rp50 juta agar Agus bisa pulang.

Kronologi Terjebak Sindikat di Kamboja

Dalam panggilan video pada Selasa (26/8/2025), Agus menceritakan awal mula ia terjebak. 

Pada 7 Agustus 2025, seorang temannya, Eby, membujuknya untuk bekerja di Thailand dengan iming-iming gaji Rp9 juta per bulan.

"Saat itu kami ditawarkan gaji yang cukup besar," ungkap Agus lirih melalui panggilan video yang ia lakukan secara sembunyi-sembunyi.

Agus sempat berangkat bersama rekannya, Handi, namun Handi memilih kembali saat tiba di Jakarta karena merasa curiga. 

Dengan tekad bulat untuk membantu keluarga, Agus tetap melanjutkan perjalanan seorang diri.

Perjalanan Agus ternyata tidak resmi. Ia dipaksa berbohong saat mengurus paspor, yaitu dengan membuat paspor wisata ke Malaysia, bukan paspor kerja.

 Tanpa menaruh curiga, Agus melanjutkan perjalanan hingga akhirnya tiba di Kamboja dan terjerumus ke dalam jaringan sindikat.

"Awalnya saya hanya ingin mencari rezeki yang halal, supaya bisa bantu keluarga. Tapi ternyata saya ditipu, saya dibawa ke Kamboja, bukan Thailand," terangnya.

Setibanya di sana, Agus dipaksa bekerja untuk menipu orang melalui jaringan online. Ia ditargetkan merekrut "member" baru, dan jika gagal, ia akan didenda 100 dolar AS atau setara Rp1,6 juta.

"Saya tidak bisa komputer, jadi tidak tahu harus bagaimana. Saya tidak mau kerja menipu orang," kata Agus, merasa tidak berdaya.

Diancam Dijual dan Dimintai Tebusan

WARGA DISEKAP -- Kolase foto Agus Hilimi. Warga Desa Tolotio itu mengaku disekap di Kamboja. Pihak perusahaan tempat Agus Hilmi bekerja meminta uang tebusan.
WARGA DISEKAP -- Kolase foto Agus Hilimi. Warga Desa Tolotio itu mengaku disekap di Kamboja. Pihak perusahaan tempat Agus Hilmi bekerja meminta uang tebusan. (Kolase TribunGorontalo.com/Ist)

Tak hanya itu, janji gaji Rp9 juta ternyata fiktif. Pihak perusahaan beralasan biaya perjalanan sudah dipotong dari upah. Lebih buruk lagi, Agus diancam akan dijual ke perusahaan lain jika ia bersikeras untuk pulang.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved