Breaking News
Minggu, 8 Maret 2026

Warga Gorontalo Disekap

Agus Hilimi Jadi Korban Sindikat Kamboja, Sang Ibu Minta Bantuan Gubernur dan Bupati Gorontalo

Kisah pilu dialami Agus Hilimi, seorang pria asal Desa Tolotio, Kabupaten Gorontalo, yang kini disekap di Kamboja. 

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Agus Hilimi Jadi Korban Sindikat Kamboja, Sang Ibu Minta Bantuan Gubernur dan Bupati Gorontalo
Freepik
WARGA DISEKAP -- Ilustrasi orang disekap. Agus Hilimi, warga Desa Tololitio, Kabupaten Gorontalo, mengaku disekap di Kamboja. Ibunya kini memohon bantuan gubernur dan bupati. 

Untuk bisa kembali ke Gorontalo, Agus diwajibkan membayar denda sebesar Rp50 juta. 

"Saya sudah tidak tahan. Saya mohon pemerintah Indonesia bisa memulangkan saya," pinta Agus dengan suara penuh harap.

Ibu Agus Hilmi, Hadija B Tuli, hanya bisa menangis mendengar kabar putranya. 

"Pas dia mau pergi kami sudah tanya, ‘yakin sudah dengan keputusan ini?’ Dia bilang iya. Kami hanya bisa pasrah. Tapi ternyata dia hanya dijebak dan disekap di sana," tutur Hadija.

Pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke Polda Gorontalo dan berharap pemerintah segera bertindak. 

"Kami mohon kepada Bupati dan Gubernur Gorontalo, tolong anak kami dipulangkan. Kami takut terjadi hal buruk pada dia di sana," pinta ibunya.

Kasus yang menimpa Agus Hilimi merupakan salah satu contoh praktik perdagangan manusia yang marak menjerat WNI. Para korban kebanyakan diiming-imingi gaji tinggi lalu dipaksa bekerja secara ilegal di luar negeri. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Agus Hilimi Warga Gorontalo Disekap di Kamboja, Diminta Tebusan Rp50 Juta

Pemerintah Indonesia sendiri telah melarang penempatan tenaga kerja ke Kamboja, Myanmar, dan Thailand karena maraknya kasus TPPO di sana.

"Kalau enggak, mereka diambil ginjal, dicuri organ tubuhnya. Apa yang dilakukan Pak Karding itu benar secara moral. Dan betul saja kita dukung," ucapnya seperti dilansir TribunGorontalo.com dari Kompas.com, Selasa (26/8/2025).

Saat ditanya soal lapangan pekerjaan di Indonesia yang semakin sempit sehingga warga memilih bekerja di luar negeri, Noel membantah hal itu. Menurutnya ke depan lapangan kerja akan lebih banyak sehingga masyarakat perlu bersabar. 

Ia pun menegaskan negara tidak tinggal diam dalam menghadapi kurangnya lapangan kerja. 

"Enggak sempit, nanti naik kok. Sabar aja, sabar. Kita berjuang. Kita tidak tutup mata persoalan lapangan pekerjaan ini. Negara tidak diam. Yang kita lawan sekarang ormas-ormas. Pejabat-pejabat yang mentalnya ormas, yang suka meras," ungkap Noel.

Korban rawan dijual atau jadi operator judi

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Emmanuel Ebenezer (Noel), menyetujui langkah pencegahan agar warga Indonesia tidak bekerja di Kamboja, Myanmar, dan Thailand.

Ia khawatir mereka akan menjadi korban sindikat perdagangan orang atau dipaksa menjadi operator judi daring.

Noel menyatakan bahwa imbauan tersebut tepat secara moral. Pemerintah tidak ingin masyarakat terjebak dalam penipuan atau menjadi operator judi daring.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved