Berita Internasional
Pesawat Latih Angkatan Udara Bangladesh Jatuh di Sekolah, 19 Orang Tewas Termasuk Pilot
Sebuah pesawat latih milik Angkatan Udara Bangladesh jatuh menimpa kompleks sekolah di ibu kota Dhaka, Senin (21/7/2025) sore waktu setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sebuah-pesawat-F-35-berdiri.jpg)
Para orang tua berlari histeris mencari anak-anak mereka. Seorang ayah tertangkap kamera berlari sekencang-kencangnya sambil menggendong putrinya yang berdarah.
Seorang ibu berteriak histeris, menangis lega setelah menemukan anak bungsunya, tapi masih berusaha menemukan anak sulungnya yang belum jelas keberadaannya.
Beberapa siswa mengaku seluruh gedung sekolah bergetar hebat, diikuti ledakan besar, memaksa mereka berhamburan menyelamatkan diri.
Tangis dan jerit histeris pun membahana di rumah sakit terdekat. Dokter di Rumah Sakit Uttara Adhunik melaporkan, lebih dari 60 siswa, sebagian besar berusia 12 hingga 16 tahun, segera dirujuk ke rumah sakit khusus luka bakar karena mengalami luka bakar parah.
Di lokasi jatuhnya pesawat, para tentara menggunakan pengeras suara untuk mengendalikan kerumunan warga.
Upaya evakuasi cukup sulit lantaran area sekitar padat penduduk, dekat dengan stasiun metro, serta dikelilingi deretan pertokoan dan rumah warga.
Hingga Senin malam, petugas penyelamat masih terus memeriksa puing-puing bangunan, khawatir masih ada jasad korban di bawah reruntuhan.
Penjabat pemimpin Bangladesh, Muhammad Yunus, berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh.
Ia juga menyampaikan duka mendalam atas “kecelakaan memilukan” yang menimpa Milestone School and College.
“Ini kehilangan yang tidak tergantikan, baik bagi personel Angkatan Udara, para siswa, orang tua, guru, staf, maupun seluruh masyarakat,” kata Yunus dalam pernyataan resminya.
Ia menambahkan bahwa tragedi ini adalah “momen duka nasional yang mendalam.”
Perdana Menteri India Narendra Modi pun turut berbelasungkawa atas insiden ini.
Melalui akun X (sebelumnya Twitter), Modi menyampaikan rasa terkejut dan dukanya mendalam atas “kecelakaan udara tragis di Dhaka” yang merenggut banyak nyawa, termasuk para siswa.
“Hati kami bersama keluarga korban,” tulis Modi.
“India berdiri bersama Bangladesh dan siap memberikan dukungan serta bantuan apapun yang diperlukan.”
Sementara itu, seorang siswa Milestone School bernama Rafiqa Taha (16), yang kebetulan tidak berada di sekolah saat kejadian, mengaku masih syok melihat tayangan video insiden di televisi.
“Aku ketakutan sekali. Ya Tuhan, itu sekolahku…” ucap Rafiqa.(*)