Berita Internasional
Pesawat Latih Angkatan Udara Bangladesh Jatuh di Sekolah, 19 Orang Tewas Termasuk Pilot
Sebuah pesawat latih milik Angkatan Udara Bangladesh jatuh menimpa kompleks sekolah di ibu kota Dhaka, Senin (21/7/2025) sore waktu setempat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sebuah-pesawat-F-35-berdiri.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM — Sebuah pesawat latih milik Angkatan Udara Bangladesh jatuh menimpa kompleks sekolah di ibu kota Dhaka, Senin (21/7/2025) sore waktu setempat.
Kecelakaan itu menewaskan sedikitnya 19 orang termasuk sang pilot dan melukai lebih dari 100 orang lainnya.
Menurut pihak militer dan seorang pejabat pemadam kebakaran, pesawat tempur buatan Tiongkok jenis F-7 BGI itu jatuh di kawasan kampus Milestone School and College di daerah Uttara. Saat itu, para siswa sedang mengikuti pelajaran di ruang kelas.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertahanan Sipil Bangladesh mengonfirmasi bahwa sebagian besar korban tewas adalah siswa sekolah tersebut.
Total ada 19 korban jiwa, sementara 116 orang berhasil dievakuasi dengan berbagai luka, banyak di antaranya mengalami luka bakar serius.
Pemerintah Bangladesh menetapkan hari berkabung nasional pada Selasa (22/7/2025).
Seluruh bendera di penjuru negeri akan dikibarkan setengah tiang sebagai penghormatan.
Militer menyebutkan, jet tempur itu lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Bangladesh A.K. Khandaker di kawasan Kurmitola, Dhaka, pada pukul 13.06 waktu setempat.
Tak lama kemudian, pesawat dilaporkan mengalami kerusakan teknis, jatuh, dan langsung terbakar.
Pihak Angkatan Udara akan membentuk komite tingkat tinggi untuk menyelidiki penyebab insiden maut ini.
Pihak militer menuturkan, Letnan Penerbang Md. Toukir Islam, sang pilot, sempat berusaha sekuat tenaga mengalihkan arah pesawat menjauhi area permukiman padat penduduk.
Namun nahas, jet justru menghantam bangunan dua lantai di dalam kompleks sekolah. Insiden ini menjadi kecelakaan pesawat paling mematikan di Dhaka dalam beberapa tahun terakhir.
Media lokal melaporkan bahwa mayoritas korban luka adalah para siswa. Suasana panik menyelimuti lokasi kejadian.
Para keluarga korban berhamburan, sebagian menggunakan becak motor atau kendaraan apapun yang tersedia untuk membawa para korban ke rumah sakit terdekat.
Pemandangan memilukan pun terjadi. Warga sekitar dan petugas penyelamat terpaksa menggendong para siswa yang terluka di pangkuan mereka.