Berita Internasional
Ilmuwan Temukan Virus Baru di Kelelawar China, Berpotensi Sebabkan Radang Otak Manusia
Para peneliti menyampaikan kekhawatiran serius setelah menemukan dua virus baru pada kelelawar di China bagian barat daya, yang disebut memiliki poten
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/FOTO-STOK-Kawanan-kelelawar-di-kebun-buah-Provinsi-Yunnan-China.jpg)
Hal ini didukung oleh fakta bahwa Yunnan merupakan salah satu daerah dengan keanekaragaman kelelawar tertinggi di Asia.
Para ilmuwan juga mengingatkan bahwa kelelawar memiliki sistem imun yang unik, sehingga bisa menjadi “rumah” bagi berbagai macam mikroorganisme, termasuk virus, bakteri, dan parasit yang bisa berbahaya bagi manusia.
"Dengan menganalisis mikroba di ginjal kelelawar yang ditangkap di sekitar kebun buah dan gua di Yunnan, kami tidak hanya menemukan keberagaman mikroorganisme, tetapi juga berhasil mengidentifikasi genom lengkap dari dua henipavirus baru," ujar tim peneliti.
Perlu Pendekatan Baru untuk Cegah Wabah di Masa Depan
Penemuan ini dinilai penting sebagai peringatan dini.
Para peneliti menyerukan agar ada pendekatan multi-organ dalam penelitian kelelawar ke depan, tidak hanya fokus pada feses atau sampel permukaan saja.
"Kami butuh pemahaman menyeluruh tentang mikroorganisme yang dibawa kelelawar jika ingin mencegah lonjakan penyakit menular baru di masa depan," tegas para ilmuwan.
Hingga kini belum ada laporan infeksi dari virus baru tersebut pada manusia. Namun, sejarah pandemi dan wabah zoonosis seperti Covid-19, SARS, hingga Ebola menjadi pengingat bahwa deteksi dini saja tidak cukup. (*)
| Komandan IRGC Dilaporkan Meninggal, Iran Klaim Bakal Luncurkan Puluhan Serangan |
|
|---|
| Presiden Amerika Trump Ngaku Diminta Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Tapi Ditolaknya |
|
|---|
| Intens Serang Iran, Stok Rudal AS Menipis! Butuh 8 Tahun untuk Pulihkan Persediaan |
|
|---|
| Hari ke-25 Perang, Iran tak Lagi Percaya "Mulut Manis" Amerika, Tutup Ruang Diplomasi |
|
|---|
| Alarm Bahaya! Harga BBM yang Naik Gila-gilaan Memukul Pariwisata Asia |
|
|---|