Sabtu, 28 Maret 2026

Berita Internasional

Ilmuwan Temukan Virus Baru di Kelelawar China, Berpotensi Sebabkan Radang Otak Manusia

Para peneliti menyampaikan kekhawatiran serius setelah menemukan dua virus baru pada kelelawar di China bagian barat daya, yang disebut memiliki poten

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Ilmuwan Temukan Virus Baru di Kelelawar China, Berpotensi Sebabkan Radang Otak Manusia
freepik
FOTO STOK -- Kawanan kelelawar di kebun buah Provinsi Yunnan, China, tempat para peneliti menemukan dua virus baru mirip Nipah dan Hendra yang berpotensi menular ke manusia. Penemuan ini memicu kekhawatiran soal risiko wabah baru dari satwa liar. 

Hal ini didukung oleh fakta bahwa Yunnan merupakan salah satu daerah dengan keanekaragaman kelelawar tertinggi di Asia.

Para ilmuwan juga mengingatkan bahwa kelelawar memiliki sistem imun yang unik, sehingga bisa menjadi “rumah” bagi berbagai macam mikroorganisme, termasuk virus, bakteri, dan parasit yang bisa berbahaya bagi manusia.

"Dengan menganalisis mikroba di ginjal kelelawar yang ditangkap di sekitar kebun buah dan gua di Yunnan, kami tidak hanya menemukan keberagaman mikroorganisme, tetapi juga berhasil mengidentifikasi genom lengkap dari dua henipavirus baru," ujar tim peneliti.

Perlu Pendekatan Baru untuk Cegah Wabah di Masa Depan
Penemuan ini dinilai penting sebagai peringatan dini.

Para peneliti menyerukan agar ada pendekatan multi-organ dalam penelitian kelelawar ke depan, tidak hanya fokus pada feses atau sampel permukaan saja.

"Kami butuh pemahaman menyeluruh tentang mikroorganisme yang dibawa kelelawar jika ingin mencegah lonjakan penyakit menular baru di masa depan," tegas para ilmuwan.

Hingga kini belum ada laporan infeksi dari virus baru tersebut pada manusia. Namun, sejarah pandemi dan wabah zoonosis seperti Covid-19, SARS, hingga Ebola menjadi pengingat bahwa deteksi dini saja tidak cukup. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved