Berita Internasional
Ilmuwan Temukan Virus Baru di Kelelawar China, Berpotensi Sebabkan Radang Otak Manusia
Para peneliti menyampaikan kekhawatiran serius setelah menemukan dua virus baru pada kelelawar di China bagian barat daya, yang disebut memiliki poten
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/FOTO-STOK-Kawanan-kelelawar-di-kebun-buah-Provinsi-Yunnan-China.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Para peneliti menyampaikan kekhawatiran serius setelah menemukan dua virus baru pada kelelawar di China bagian barat daya, yang disebut memiliki potensi tinggi menular ke manusia dan menyebabkan penyakit parah seperti radang otak serta gangguan pernapasan.
Penemuan ini dipublikasikan pada Selasa (24/6/2025) di jurnal PLOS Pathogens. Penelitian dilakukan terhadap kelelawar-kelelawar yang hidup di sekitar kebun buah di Provinsi Yunnan, wilayah yang dikenal sebagai “surga keanekaragaman” bagi spesies kelelawar.
Yang mengejutkan, kedua virus yang ditemukan ini memiliki kemiripan genetik sangat dekat dengan virus Nipah dan Hendra, dua patogen mematikan yang sebelumnya pernah menyebabkan wabah fatal di beberapa negara.
“Virus-virus ini secara alami dibawa oleh kelelawar buah, dan biasanya menular ke manusia lewat urin atau air liur kelelawar, terutama jika mencemari buah-buahan yang dikonsumsi,” tulis para peneliti dari Yunnan Institute of Endemic Disease Control and Prevention.
Mengenal Virus Nipah dan Hendra: Ancaman Nyata bagi Kesehatan Manusia
Nipah dikenal sebagai virus dengan tingkat kematian sangat tinggi, mencapai 35–75 persen. Virus ini dapat menyebabkan radang otak akut dan gangguan pernapasan berat.
Hendra, meski lebih jarang terdengar, juga telah menimbulkan wabah mematikan, tak hanya pada manusia tetapi juga kuda.
Dua virus baru yang ditemukan kali ini berasal dari genus yang sama (Henipavirus), dan belum pernah teridentifikasi sebelumnya dalam studi ilmiah manapun.
Penelitian yang Menyelami Organ Dalam Kelelawar
Berbeda dari penelitian terdahulu yang hanya fokus pada kotoran kelelawar, tim peneliti kali ini mengkaji organ dalam, terutama ginjal dari 142 ekor kelelawar dari 10 spesies berbeda yang dikumpulkan selama empat tahun dari lima lokasi di Yunnan.
Hasilnya mencengangkan: ditemukan 22 jenis virus, 20 di antaranya benar-benar baru bagi dunia ilmiah.
Yang paling mengkhawatirkan, dua di antaranya adalah henipavirus yang sangat mirip dengan virus Nipah dan Hendra.
Karena keduanya bisa menyebar melalui urin, ada potensi penyebaran melalui buah-buahan di kebun yang terkontaminasi kotoran kelelawar.
Yunnan, Kawasan Rawan Lompatan Virus dari Hewan ke Manusia
Penelitian ini menyebut Yunnan sebagai wilayah yang rawan spillover, yakni peristiwa ketika virus dari hewan berpindah ke manusia.
| Komandan IRGC Dilaporkan Meninggal, Iran Klaim Bakal Luncurkan Puluhan Serangan |
|
|---|
| Presiden Amerika Trump Ngaku Diminta Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Tapi Ditolaknya |
|
|---|
| Intens Serang Iran, Stok Rudal AS Menipis! Butuh 8 Tahun untuk Pulihkan Persediaan |
|
|---|
| Hari ke-25 Perang, Iran tak Lagi Percaya "Mulut Manis" Amerika, Tutup Ruang Diplomasi |
|
|---|
| Alarm Bahaya! Harga BBM yang Naik Gila-gilaan Memukul Pariwisata Asia |
|
|---|