Sabtu, 28 Maret 2026

Berita Internasional

Ilmuwan Temukan Virus Baru di Kelelawar China, Berpotensi Sebabkan Radang Otak Manusia

Para peneliti menyampaikan kekhawatiran serius setelah menemukan dua virus baru pada kelelawar di China bagian barat daya, yang disebut memiliki poten

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Ilmuwan Temukan Virus Baru di Kelelawar China, Berpotensi Sebabkan Radang Otak Manusia
freepik
FOTO STOK -- Kawanan kelelawar di kebun buah Provinsi Yunnan, China, tempat para peneliti menemukan dua virus baru mirip Nipah dan Hendra yang berpotensi menular ke manusia. Penemuan ini memicu kekhawatiran soal risiko wabah baru dari satwa liar. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Para peneliti menyampaikan kekhawatiran serius setelah menemukan dua virus baru pada kelelawar di China bagian barat daya, yang disebut memiliki potensi tinggi menular ke manusia dan menyebabkan penyakit parah seperti radang otak serta gangguan pernapasan.

Penemuan ini dipublikasikan pada Selasa (24/6/2025) di jurnal PLOS Pathogens. Penelitian dilakukan terhadap kelelawar-kelelawar yang hidup di sekitar kebun buah di Provinsi Yunnan, wilayah yang dikenal sebagai “surga keanekaragaman” bagi spesies kelelawar.

Yang mengejutkan, kedua virus yang ditemukan ini memiliki kemiripan genetik sangat dekat dengan virus Nipah dan Hendra, dua patogen mematikan yang sebelumnya pernah menyebabkan wabah fatal di beberapa negara.

“Virus-virus ini secara alami dibawa oleh kelelawar buah, dan biasanya menular ke manusia lewat urin atau air liur kelelawar, terutama jika mencemari buah-buahan yang dikonsumsi,” tulis para peneliti dari Yunnan Institute of Endemic Disease Control and Prevention.

Mengenal Virus Nipah dan Hendra: Ancaman Nyata bagi Kesehatan Manusia

Nipah dikenal sebagai virus dengan tingkat kematian sangat tinggi, mencapai 35–75 persen. Virus ini dapat menyebabkan radang otak akut dan gangguan pernapasan berat.

Hendra, meski lebih jarang terdengar, juga telah menimbulkan wabah mematikan, tak hanya pada manusia tetapi juga kuda.

Dua virus baru yang ditemukan kali ini berasal dari genus yang sama (Henipavirus), dan belum pernah teridentifikasi sebelumnya dalam studi ilmiah manapun.

Penelitian yang Menyelami Organ Dalam Kelelawar

Berbeda dari penelitian terdahulu yang hanya fokus pada kotoran kelelawar, tim peneliti kali ini mengkaji organ dalam, terutama ginjal dari 142 ekor kelelawar dari 10 spesies berbeda yang dikumpulkan selama empat tahun dari lima lokasi di Yunnan.

Hasilnya mencengangkan: ditemukan 22 jenis virus, 20 di antaranya benar-benar baru bagi dunia ilmiah.

Yang paling mengkhawatirkan, dua di antaranya adalah henipavirus yang sangat mirip dengan virus Nipah dan Hendra.

Karena keduanya bisa menyebar melalui urin, ada potensi penyebaran melalui buah-buahan di kebun yang terkontaminasi kotoran kelelawar.

Yunnan, Kawasan Rawan Lompatan Virus dari Hewan ke Manusia

Penelitian ini menyebut Yunnan sebagai wilayah yang rawan spillover, yakni peristiwa ketika virus dari hewan berpindah ke manusia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved