Konflik Iran Vs AS
Ledekan Donald Trump usai Rudal Iran Gagal Hancurkan Pangkalan Militer AS di Qatar
Presiden Amerika Serikat (AS) merespons serangan Iran ke pangkalan militer AS di Qatar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-foto-Donald-Trump-dan-rudal-Iran.jpg)
Namun, langkah Iran justru memicu kecaman dari negara-negara Arab di kawasan.
Pemerintah Qatar, lokasi pangkalan militer yang diserang, mengecam tindakan Teheran.
Kecaman serupa juga datang dari Bahrain, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, dan Irak.
“Ada hubungan yang dalam antara kedua negara, Iran dan Qatar, namun serangan ini jelas menuntut pertemuan yang tulus dan sikap yang jelas,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, dalam konferensi pers.
Serangan Israel dan dampak ekonomi
Di hari yang sama, militer Israel mengeklaim meluncurkan gelombang serangan terluasnya terhadap Iran, termasuk ke sebuah penjara di Teheran yang digunakan untuk menahan lawan-lawan politik pemerintah.
Serangan ini memperluas cakupan target Israel, dari yang sebelumnya hanya terbatas pada situs militer dan nuklir.
Sementara itu, Iran sebelumnya mengancam akan mengganggu pengiriman minyak dari kawasan Teluk. Namun pasar tampaknya tidak merespons ancaman itu secara signifikan.
Harga minyak justru turun 7 persen, mencerminkan keraguan pelaku pasar terhadap kemungkinan gangguan suplai global.
Otoritas penerbangan sipil Qatar menyatakan bahwa wilayah udara negara itu telah dibuka kembali pada Selasa pagi, setelah sempat ditutup sementara akibat serangan.
(TribunGorontalo.com/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran Serang Pangkalan Militer AS di Qatar dengan Rudal, Trump: Respons Lemah"