Senin, 16 Maret 2026

Konflik Iran Vs AS

Ledekan Donald Trump usai Rudal Iran Gagal Hancurkan Pangkalan Militer AS di Qatar

Presiden Amerika Serikat (AS) merespons serangan Iran ke pangkalan militer AS di Qatar.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Ledekan Donald Trump usai Rudal Iran Gagal Hancurkan Pangkalan Militer AS di Qatar
Kolase TribunGorontalo.com/Kompas.com
SERANGAN IRAN -- Kolase foto Donald Trump dan rudal Iran. Qatar berhasil menggagalkan serangan rudal Iran di Pangkalan Militer AS pada Senin (24/6/2025). Serangan ini mendapat tanggapan dari Presiden AS, Donald Trump. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Presiden Amerika Serikat (AS) merespons serangan Iran ke pangkalan militer AS di Qatar.

Beberapa waktu lalu, Iran meluncurkan sedikitnya 14 rudal ke pangkalan militer AS pada Senin (23/6/2025).

Serangan ini berhasil digagalkan sehingga tidak menimbulkan kerusakan berarti.

Iran melancarkan serangan balasan setelah AS menyerang tiga situs nuklir Teheran.

Namun upaya itu tidak mampu memberikan dampak signifikan bagi AS.

“Ini adalah respons yang sangat lemah, yang kami perkirakan, dan telah ditangkal dengan sangat efektif,” ujar Donald Trump seperti dikutip TribunGorontalo.com dari Kompas.com, Selasa (24/6/2025).

“Yang terpenting, mereka telah mengeluarkan semuanya dari sistem mereka. Mudah-mudahan tidak akan ada lagi kebencian,” tambahnya.

Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa negaranya tidak akan tinggal diam terhadap agresi apa pun. 

“Kami tidak menyerang siapa pun, dan kami tidak akan pernah menerima penyerangan oleh siapa pun,” ujar Khamenei dalam pernyataan resminya, dikutip dari Reuters pada Selasa (24/6/2025). 

“Kami tidak akan tunduk pada agresi siapa pun. Ini adalah logika bangsa Iran,” tegasnya. 

Meski melancarkan serangan, Iran disebut telah memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada Amerika Serikat dan otoritas Qatar beberapa jam sebelumnya. Presiden Trump menilai hal tersebut sebagai langkah positif. 

“Saya ingin berterima kasih kepada Iran karena telah memberi kami pemberitahuan lebih awal. Itu memungkinkan tidak ada nyawa yang hilang dan tidak ada yang terluka,” tulis Trump melalui akun di platform Truth Social.

Baca juga: Korea Utara Kecam Serangan AS ke Iran: Ancam Fondasi Perdamaian dan Keamanan Internasional

Ketegangan di kawasan 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan negaranya siap mengambil langkah lebih lanjut jika Amerika Serikat kembali bertindak.

“Iran siap merespons lagi jika ada tindakan lanjutan dari pihak Amerika,” tulis pernyataan kementerian luar negeri Iran yang diunggah di Telegram. 

Namun, langkah Iran justru memicu kecaman dari negara-negara Arab di kawasan. 

Pemerintah Qatar, lokasi pangkalan militer yang diserang, mengecam tindakan Teheran. 

Kecaman serupa juga datang dari Bahrain, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Kuwait, dan Irak. 

“Ada hubungan yang dalam antara kedua negara, Iran dan Qatar, namun serangan ini jelas menuntut pertemuan yang tulus dan sikap yang jelas,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, dalam konferensi pers.

Serangan Israel dan dampak ekonomi 

Di hari yang sama, militer Israel mengeklaim meluncurkan gelombang serangan terluasnya terhadap Iran, termasuk ke sebuah penjara di Teheran yang digunakan untuk menahan lawan-lawan politik pemerintah. 

Serangan ini memperluas cakupan target Israel, dari yang sebelumnya hanya terbatas pada situs militer dan nuklir.

Sementara itu, Iran sebelumnya mengancam akan mengganggu pengiriman minyak dari kawasan Teluk. Namun pasar tampaknya tidak merespons ancaman itu secara signifikan.

Harga minyak justru turun 7 persen, mencerminkan keraguan pelaku pasar terhadap kemungkinan gangguan suplai global.

Otoritas penerbangan sipil Qatar menyatakan bahwa wilayah udara negara itu telah dibuka kembali pada Selasa pagi, setelah sempat ditutup sementara akibat serangan.

 

(TribunGorontalo.com/Kompas.com)


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran Serang Pangkalan Militer AS di Qatar dengan Rudal, Trump: Respons Lemah"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved