Minggu, 8 Maret 2026

Perang Iran dan AS

Serangan AS ke Iran Bikin Donald Trump Terancam Dimakzulkan, Rupanya Tanpa Persetujuan Kongres

Serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran membuat Donald Trump berpotensi dimakzulkan dari jabatan kepresidenan.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Serangan AS ke Iran Bikin Donald Trump Terancam Dimakzulkan, Rupanya Tanpa Persetujuan Kongres
Photo by Win McNamee
TRUMP TERANCAM DIMAKZULKAN - Presiden Donald Trump. Serangan AS ke Iran membuat Trump berpotensi dimakzulkan. 

Pertimbangan Trump tentang serangan selama seminggu terakhir telah memecah belah sekutu utamanya, memisahkan para isolasionis yang berpihak pada MAGA yang takut akan perang Amerika lainnya di Timur Tengah dari suara-suara konservatif yang lebih agresif seperti Senator Lindsey Graham. 

Namun selama ini, Trump bersikeras bahwa Iran tidak membuat memperoleh senjata nuklir. 

"Selama 40 tahun, Iran telah mengatakan, 'Matilah Amerika,' 'Matilah Israel.' 

Mereka telah membunuh rakyat kami, meledakkan lengan mereka, meledakkan kaki mereka, dengan bom pinggir jalan. Itu keahlian mereka," kata Trump. 

"Kami kehilangan lebih dari 1.000 orang dan ratusan ribu orang di seluruh Timur Tengah dan di seluruh dunia telah tewas sebagai akibat langsung dari kebencian mereka," imbuhnya.

Dia juga menyinggung banyaknya jenderal Iran yang tewas, seperti Qasem Soleimani. 

Perlu diketahui, Soleimani tewas setelah Trump memutuskan serangan ke Iran pada Januari 2020. 

Kala itu Trump berpendapat bahwa serangan tersebut termasuk pencegahan peperangan. 

Begitu juga dengan sekarang, Trump berharap serangan AS ke Iran bisa menghentikan ancaman nuklir Iran dan mendesak negara tersebut untuk berdamai. 

"Dan Iran sekarang harus berdamai. Jika tidak, serangan di masa mendatang akan jauh lebih besar dan jauh lebih mudah," tutur Trump.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Serang Iran Tanpa Persetujuan Kongres AS, Trump Terancam Dimakzulkan"

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved