Perang Iran dan AS

Usai Dibom Amerika, Begini Kondisi 3 Situs Nuklir Iran

Tiga situs utama nuklir Iran dibombardir pasukan udara Amerika Serikat (AS).

Editor: Fadri Kidjab
The Wall Street Journal/Ist
FASILITAS NUKLIR DISERANG -- Potret rudal AS menghancurkan fasilitas nuklir Iran. Kini IRGC menyatakan perang melawan Amerika Serikat. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Tiga situs utama nuklir Iran dibombardir pasukan udara Amerika Serikat (AS).

Serangan udara ini begitu dibanggakan Presiden AS, Donald Trump.

Trump bahkan menyebut serangan tersebut sebagai keberhasilan militer yang spektakuler.

"Tujuan kami adalah menghancurkan kapasitas pengayaan nuklir Iran dan menghentikan ancaman nuklir yang ditimbulkan oleh negara sponsor teror nomor satu di dunia," kata Trump, dikutip dari CNN. 

Trump berharap serangan AS ke Iran bisa menghentikan ancaman nuklir Iran dan mendesak negara tersebut untuk berdamai. 

"Dan Iran sekarang harus berdamai. Jika tidak, serangan di masa mendatang akan jauh lebih besar dan jauh lebih mudah," tutur Trump.

Lantas, seberapa besar dampak serangan AS?

Dilansir dari Tribunnews, serangan ini dikonfirmasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang merupakan lembaga pengawas nuklir di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

IAEA memberikan laporan kepada Dewan Keamanan PBB terkait kondisi terbaru tiga situs nuklir Iran yang terdampak, yaitu Fordow, Isfahan, dan Natanz.

Dampak Serangan di Situs Fordow Fordow, yang berada di bawah tanah di dekat kota suci Qom, dibangun sebagai fasilitas pengayaan uranium. 

Lokasi ini mampu menampung sekitar 3.000 sentrifus, alat yang digunakan untuk memperkaya uranium, baik untuk keperluan sipil maupun militer. 

Kepala IAEA Rafael Grossi menyatakan bahwa situs Fordow yang menjadi lokasi utama pengayaan uranium hingga tingkat 60 persen menunjukkan adanya kerusakan akibat serangan.

“Kawah-kawah terlihat di situs Fordow, lokasi utama Iran untuk pengayaan uranium hingga tingkat 60 persen, yang mengindikasikan penggunaan amunisi penembus tanah oleh Amerika Serikat. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari pihak AS,” kata Grossi, dilansir CNN International, Senin (23/6/2025). 

Baca juga: 4 Kemungkinan Dampak Pasca Serangan AS ke Iran, Perang Jadi Lebih Besar

Grossi juga menambahkan bahwa saat ini belum ada pihak yang dapat menilai sejauh mana kerusakan bawah tanah yang terjadi di Fordow, termasuk oleh IAEA sendiri. 

Dampak Serangan di Situs Natanz Situs nuklir Natanz merupakan pusat utama program pengayaan uranium Iran. Di lokasi ini terdapat hampir 70 rangkaian sentrifus dalam dua fasilitas pengayaan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved