Selasa, 31 Maret 2026

Berita Internasional

Kenapa Armada Amerika Terbesar Dunia Tak Berani Masuk Selat Hormuz? Ternyata Ini Alasannya

Armada laut terbesar dan termahal di dunia justru berada jauh di luar jalur strategis tersebut, seolah hanya menyaksikan tanpa mampu berbuat banyak

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kenapa Armada Amerika Terbesar Dunia Tak Berani Masuk Selat Hormuz? Ternyata Ini Alasannya
pixabay
KAPAL PERANG -- Kapal induk Angkatan Laut AS USS Abraham Lincoln (CVN-72) sedang berlayar di Samudra Atlantik. 

Ringkasan Berita:
  • Publik Amerika mulai mempertanyakan kekuatan Angkatan Laut mereka yang terlihat tak berdaya di Selat Hormuz
  • Perkembangan teknologi rudal dan sistem tanpa awak dari negara seperti Iran dan China mengubah keseimbangan kekuatan laut dunia. 
  • Era dominasi mutlak kapal induk Amerika kini memasuki titik senja, memunculkan keraguan atas masa depan strategi militer AS.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Warga Amerika Serikat mungkin patut bertanya-tanya melihat situasi terkini di Selat Hormuz.

Armada laut terbesar dan termahal di dunia justru berada jauh di luar jalur strategis tersebut, seolah hanya menyaksikan tanpa mampu berbuat banyak ketika Iran menentukan kapal mana yang diizinkan melintas.

Pertanyaan pun bermunculan: mengapa Angkatan Laut AS tidak langsung menghancurkan hambatan tersebut dan membuka kembali jalur vital bagi ekonomi global?

Namun kenyataannya, masa ketika kekuatan laut Amerika bisa bertindak bebas di dekat wilayah dengan pertahanan kuat kini mulai berakhir.

Perubahan ini memunculkan pertanyaan besar tentang masa depan angkatan laut dan apakah investasi besar pada alat militer mahal tersebut masih relevan.

Jika menilik sejarah, perubahan ini bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil evolusi panjang dalam strategi perang laut.

Masa Lalu sebagai Pembuka Jalan

Pada awal abad ke-20, negara-negara seperti Jerman dan Amerika Serikat memandang angkatan laut sebagai kunci untuk meraih status kekuatan besar dunia.

Dengan meniru kejayaan Angkatan Laut Inggris, Amerika kemudian membangun armada terbesar dalam sejarah, didukung oleh kapasitas industri yang luar biasa.

Dalam Perang Dunia II, kekuatan ini terbukti menentukan. Angkatan Laut AS berhasil memenangkan perang di Pasifik melawan Jepang, sekaligus mengatasi ancaman kapal selam Jerman di Atlantik.

Keberhasilan ini memungkinkan pengiriman pasukan ke Eropa dan mencegah wilayah tersebut jatuh ke tangan Uni Soviet, sekaligus memperkuat dominasi global Amerika.

Saat itu, kapal perang memiliki keunggulan besar: mampu mengirim pasukan ke hampir semua garis pantai di dunia. Kapal induk Amerika bahkan mampu melancarkan serangan udara hingga ratusan kilometer ke daratan musuh.

Strategi ini mencapai puncaknya dalam Perang Vietnam. Kapal induk AS beroperasi sekitar 90 mil dari pantai Vietnam di wilayah yang dikenal sebagai “Yankee Station”, melancarkan serangan udara intensif ke Vietnam Utara meski dengan biaya besar.

Lahirnya Era Penangkalan Modern

Memasuki 1990-an, setelah berakhirnya Perang Dingin, Amerika Serikat berada di puncak supremasi laut global.

Kapal induk bebas beroperasi di Teluk Persia untuk mendukung operasi militer, termasuk pengawasan zona larangan terbang di Irak.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved