Perang Iran dan AS
Usai Dibom Amerika, Begini Kondisi 3 Situs Nuklir Iran
Tiga situs utama nuklir Iran dibombardir pasukan udara Amerika Serikat (AS).
Situs nuklir Natanz juga mengalami dampak dari serangan AS. Grossi menjelaskan bahwa fasilitas ini kembali menjadi target.
“Pabrik pengayaan bahan bakar kembali terkena serangan, dan AS mengonfirmasi bahwa mereka menggunakan amunisi penembus tanah,” kata Grossi.
Lebih lanjut, Grossi mengatakan bahwa Iran telah menyampaikan kepada IAEA bahwa tidak ada peningkatan tingkat radiasi di luar lokasi pada ketiga situs nuklir yang diserang tersebut.
Dampak Serangan di Situs Isfahan Situs nuklir di Isfahan yang menjadi lokasi fasilitas konversi uranium dan pabrik fabrikasi bahan bakar nuklir. juga menjadi sasaran serangan.
Grossi menyebutkan bahwa beberapa bangunan tambahan mengalami kerusakan.
"Bangunan tambahan terkena serangan pada malam hari, dengan AS mengonfirmasi penggunaan rudal jelajah. Bangunan yang terdampak termasuk yang terkait dengan proses konversi uranium,” ujar Grossi.
Selain itu, pintu masuk terowongan di Isfahan yang digunakan untuk menyimpan uranium yang telah diperkaya juga tampak terkena serangan.
Menurut laporan Al Jazeera, sebelum serangan Israel pada 13 Juni, sebagian besar uranium dengan tingkat pengayaan tinggi disimpan di bawah tanah di fasilitas Isfahan.
Baca juga: Apa Alasan Amerika Serang Iran? 3 Situs Utama Nuklir Dibom
Pejabat Iran Sebut Dampak Serangan Tidak Sesuai Klaim AS
Dilansir dari Kompas.com, pejabat pemerintah Iran dan media nasional menyampaikan pernyataan yang meremehkan dampak serangan militer Amerika Serikat terhadap sejumlah fasilitas nuklir, termasuk situs penting di Fordow.
Pernyataan itu disampaikan pada Minggu (22/6/2025), sehari setelah serangan terjadi. Sikap Iran ini sangat berbeda dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya mengklaim bahwa serangan tersebut telah melenyapkan situs nuklir Fordow secara menyeluruh.
Anggota parlemen Iran, Manan Raeisi, yang mewakili daerah Qom, lokasi di mana situs Fordow berada, mengatakan bahwa serangan tersebut tidak menyebabkan kerusakan besar.
“Berdasarkan informasi yang akurat, saya dapat menyatakan bahwa, bertentangan dengan klaim presiden Amerika Serikat yang tidak benar, instalasi nuklir Fordow tidak mengalami kerusakan serius,” ujar Raeisi, dikutip kantor berita Fars.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa sebagian besar area yang terdampak serangan berada di permukaan dan kerusakan yang terjadi dapat dipulihkan.
“Sebagian besar area yang terkena dampak berada di atas tanah dan sepenuhnya dapat dipulihkan,” lanjutnya, dikutip dari CNN.
(TribunGorontalo.co/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "3 Situs Nuklir Iran Diserang AS, Bagaimana Kondisi Fordow, Isfahan, dan Natanz?"
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.