Rabu, 4 Maret 2026

Perang Iran dan AS

Serangan AS ke Iran Bikin Donald Trump Terancam Dimakzulkan, Rupanya Tanpa Persetujuan Kongres

Serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran membuat Donald Trump berpotensi dimakzulkan dari jabatan kepresidenan.

Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Serangan AS ke Iran Bikin Donald Trump Terancam Dimakzulkan, Rupanya Tanpa Persetujuan Kongres
Photo by Win McNamee
TRUMP TERANCAM DIMAKZULKAN - Presiden Donald Trump. Serangan AS ke Iran membuat Trump berpotensi dimakzulkan. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran membuat Donald Trump berpotensi dimakzulkan dari jabatan kepresidenan.

Pasalnya, pengeboman tiga fasilitas utama nuklir Iran itu dilaksanakan tanpa persetujuan Kongres AS.

Adapun rencana pemakzulan Trump disampaikan langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS, Alexandria Ocasio-Cortez (AOC).

"Keputusan presiden yang membawa bencana untuk mengebom Iran tanpa otorisasi merupakan pelanggaran berat terhadap Konstitusi dan Kekuasaan Perang Kongres," tulis AOC seperti dikutip Kompas.com dari X.

AOC menambahkan, serangan terhadap Iran merupakan keputusan impulsif yang berisiko menyeret AS ke dalam perang. 

"Ini dapat menjerat kita selama beberapa generasi. Itu benar-benar dan jelas merupakan alasan untuk pemakzulan," papar AOC.

Anggota DPR lain dari Partai Demokrat Sean Casten dari Illinois juga menyerukan potensi pemakzulan Trump. 

Dia berpendapat bahwa perintah presiden untuk mengebom lokasi nuklir Iran tanpa meminta persetujuan Kongres dapat dianggap sebagai pelanggaran hukum. 
Casten menulis di media sosial bahwa ini bukanlah tentang program nuklir Iran, sebagaimana dilansir Fox News.

"Untuk lebih jelasnya, saya tidak membantah bahwa Iran adalah ancaman nuklir," jelas Casten. 

Namun, ia menekankan bahwa tidak ada presiden yang berwenang mengebom negara lain yang tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap AS tanpa persetujuan Kongres.  

"Ini adalah pelanggaran yang jelas dan dapat dimakzulkan," tutur Casten. 

Seruan pemakzulan merupakan representasi yang paling nyata dari kemarahan partai Demokrat terhadap Trump karena mengambil tindakan sepihak terhadap Iran. 

Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries menulis bahwa Trump gagal mencari otorisasi Kongres untuk penggunaan kekuatan militer.

"Berisiko melibatkan Amerika dalam perang yang berpotensi membawa bencana di Timur Tengah," tutur Jeffries. 

"Donald Trump memikul tanggung jawab penuh dan total atas segala konsekuensi buruk yang timbul dari tindakan militer sepihaknya," sambungnya. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved