Kamis, 26 Maret 2026

Berita Nasional

Suami Bunuh Istri Karena Ketahuan Selingkuh hingga 'Korbankan' Anak Demi Skenario

Kasus tewasnya Petry Sihombing (35), warga Perumahan Puri Anggrek, Kecamatan Walantakan, Kota Serang, Banten, akhirnya menemui titik terang yang menge

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Suami Bunuh Istri Karena Ketahuan Selingkuh hingga 'Korbankan' Anak Demi Skenario
TRIBUNNEWS
PEMBUNUHAN -- Bukan perampokan atau bahkan pembunuhan oleh orang tak dikenal (OTK), kasus tewasnya Petry Sihombing (35), warga Perumahan Puri Anggrek, Kecamatan Walantakan, Kota Serang, Banten, ternyata akibat dibunuh oleh suaminya, Wadison Pasaribu (47) 

TRIBUNGORONTALO.COM - Kasus tewasnya Petry Sihombing (35), warga Perumahan Puri Anggrek, Kecamatan Walantakan, Kota Serang, Banten, akhirnya menemui titik terang yang mengejutkan.

Bukan perampokan atau pembunuhan oleh orang tak dikenal, melainkan korban tewas di tangan suaminya sendiri, Wadison Pasaribu (47).

Awal mula terkuaknya kebohongan Wadison adalah dari pengakuan polos sang anak. Pada Minggu (1/6/2025) pagi sekitar pukul 05.00 WIB, anak korban keluar rumah sambil menangis meminta tolong ke tetangga.

Padahal, saat itu, Wadison ditemukan dalam kondisi terikat di dalam karung, seolah menjadi korban juga. Kejanggalan inilah yang membongkar seluruh alibi Wadison.

"Jadi awalnya itu si anaknya ngomong, kalau waktu dia keluar rumah minta tolong itu disuruh ayahnya, padahal kan tetangga tahunya ayahnya itu terikat dalam karung menjadi korban juga," ujar tetangga korban, Siti Maryam, Rabu (4/6/2025), dikutip dari Tribun Banten.

Maryam menuturkan, Wadison bahkan rela mengikat dirinya sendiri di dalam karung demi membangun skenario palsu perampokan.

"Kayaknya itu sengaja mengikat sendiri dalam karung untuk mengalihkan perhatian. Jadi seakan-akan itu perampokan," jelasnya.

Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menangkap Wadison pada Selasa (3/6/2025) di rumah duka.

"Iya sudah ditangkap, pelaku (pembunuhan) suaminya," tuturnya singkat.

Tangisan Palsu dan Interogasi Keluarga Ungkap Kebenaran

Wadison sempat menunjukkan tangisan palsu saat diperbolehkan pulang dari RS Sari Asih pada Minggu (1/6/2025) siang, setelah sempat dirawat beberapa jam pasca-kejadian.

Ia bahkan terlihat ikut mendoakan mendiang istrinya. Namun, semua itu hanyalah sandiwara.

Skenario keji yang dirancang Wadison akhirnya terbongkar sepenuhnya saat ia diinterogasi oleh pihak keluarga korban.

Kakak Wadison, Toni Lembas Pasaribu, mengungkapkan bahwa keluarga besar menemukan banyak kejanggalan dalam kematian Petry, salah satunya adalah keraguan Wadison saat memberikan keterangan.

"Kami keluarga tentu kecewa, karena dia terlihat keraguan sejak awal diperiksa, keterangannya pelantat pelintut," ujar Toni.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved