Kamis, 26 Maret 2026

Berita Nasional

Viral Video Bocah Dibanting Guru Ngaji, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Sebuah insiden dugaan kekerasan terhadap anak terjadi di wilayah Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Viral Video Bocah Dibanting Guru Ngaji, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Tribunnews.com
DIBANTING- Tangkapan layar menampilkan seorang guru ngaji yang membanting seorang anak 9 tahun di Probolinggo beberapa waktu lalu. Penganiayaan ini lantaran guru ngaji emosi usai melihat anak tersebut menggores mobil kiai pemilik musala. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus dugaan kekerasan terhadap bocah 9 tahun di Probolinggo terungkap setelah korban mengadu kepada orang tuanya dan menunjukkan rekaman video. 
  • Insiden itu diduga dipicu kesalahan tidak sengaja yang menyebabkan kendaraan milik kiai tergores. \
  • Meski pelaku telah meminta maaf, keluarga korban tetap melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebuah insiden dugaan kekerasan terhadap anak terjadi di wilayah Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Seorang bocah berusia 9 tahun berinisial MFR diduga menjadi korban tindakan kasar oleh ustaz yang mengajarinya mengaji di sebuah musala.

Kasus ini mencuat setelah korban mengungkapkan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya usai berbuka puasa pada Kamis, 19 Maret 2026.

Pengakuan tersebut kemudian diperkuat dengan adanya rekaman video yang memperlihatkan peristiwa itu.

Baca juga: Warga Ngamuk! Rumah Pelaku Pembacokan di Sikka Dibakar Usai Serang 3 Tetangga

“Setelah buka puasa, anak saya bilang kalau dibanting oleh ustaznya. Dia juga bilang ada videonya. Setelah sekitar setengah jam, videonya ditunjukkan dan ternyata kejadiannya cukup parah,” katanya, Selasa (24/3/2026) dikutip dari TribunJatim.com.

Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga langsung mendatangi musala tempat anaknya belajar mengaji untuk meminta penjelasan dari pelaku.

Dari keterangan yang diterima, tindakan itu dipicu emosi setelah korban disebut tidak sengaja menyebabkan lecet pada mobil milik kiai.

“Istri saya menanyakan apa salah anak saya sampai diperlakukan seperti itu. Katanya karena anak saya melecetkan mobil milik kiai. Padahal waktu itu banyak anak-anak dan kejadian itu tidak disengaja,” ujar ayah korban.

Peristiwa itu sendiri bermula saat korban mengeluarkan sepeda dan tanpa sengaja menggores kendaraan milik kiai yang merupakan pemilik musala.

Kendaraan tersebut kemudian diketahui oleh ustaz yang mengajar di lokasi tersebut, hingga memicu dugaan aksi pembantingan terhadap korban.

“Mobil itu milik kiai pemilik musala yang saat ini sedang menjalankan ibadah umrah,” kata Nila.

Sehari setelah kejadian, pelaku sempat mendatangi keluarga korban untuk menyampaikan permintaan maaf.

Meski demikian, pihak keluarga tetap memilih menempuh jalur hukum karena menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan.

“Kalau menegur atau mendidik anak seharusnya tidak dengan cara seperti itu. Keluarga sepakat tetap melaporkan karena ini sudah terlalu parah,” tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved