Berita Nasional
Viral Video Bocah Dibanting Guru Ngaji, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Sebuah insiden dugaan kekerasan terhadap anak terjadi di wilayah Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/DIBANTING-Tangkapan-layar-menampilkan-seorang-guru-ngaji-yang-membanting-s.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kasus dugaan kekerasan terhadap bocah 9 tahun di Probolinggo terungkap setelah korban mengadu kepada orang tuanya dan menunjukkan rekaman video.
- Insiden itu diduga dipicu kesalahan tidak sengaja yang menyebabkan kendaraan milik kiai tergores. \
- Meski pelaku telah meminta maaf, keluarga korban tetap melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebuah insiden dugaan kekerasan terhadap anak terjadi di wilayah Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur.
Seorang bocah berusia 9 tahun berinisial MFR diduga menjadi korban tindakan kasar oleh ustaz yang mengajarinya mengaji di sebuah musala.
Kasus ini mencuat setelah korban mengungkapkan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya usai berbuka puasa pada Kamis, 19 Maret 2026.
Pengakuan tersebut kemudian diperkuat dengan adanya rekaman video yang memperlihatkan peristiwa itu.
Baca juga: Warga Ngamuk! Rumah Pelaku Pembacokan di Sikka Dibakar Usai Serang 3 Tetangga
“Setelah buka puasa, anak saya bilang kalau dibanting oleh ustaznya. Dia juga bilang ada videonya. Setelah sekitar setengah jam, videonya ditunjukkan dan ternyata kejadiannya cukup parah,” katanya, Selasa (24/3/2026) dikutip dari TribunJatim.com.
Mengetahui hal tersebut, pihak keluarga langsung mendatangi musala tempat anaknya belajar mengaji untuk meminta penjelasan dari pelaku.
Dari keterangan yang diterima, tindakan itu dipicu emosi setelah korban disebut tidak sengaja menyebabkan lecet pada mobil milik kiai.
“Istri saya menanyakan apa salah anak saya sampai diperlakukan seperti itu. Katanya karena anak saya melecetkan mobil milik kiai. Padahal waktu itu banyak anak-anak dan kejadian itu tidak disengaja,” ujar ayah korban.
Peristiwa itu sendiri bermula saat korban mengeluarkan sepeda dan tanpa sengaja menggores kendaraan milik kiai yang merupakan pemilik musala.
Kendaraan tersebut kemudian diketahui oleh ustaz yang mengajar di lokasi tersebut, hingga memicu dugaan aksi pembantingan terhadap korban.
“Mobil itu milik kiai pemilik musala yang saat ini sedang menjalankan ibadah umrah,” kata Nila.
Sehari setelah kejadian, pelaku sempat mendatangi keluarga korban untuk menyampaikan permintaan maaf.
Meski demikian, pihak keluarga tetap memilih menempuh jalur hukum karena menilai tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan.
“Kalau menegur atau mendidik anak seharusnya tidak dengan cara seperti itu. Keluarga sepakat tetap melaporkan karena ini sudah terlalu parah,” tambahnya.