Selebrasi Lokal 2026
Cara Daftar Nobar Piala Dunia 2026 Resmi Gratis, Begini Syarat dan Ketentuannya
Masyarakat yang ingin menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 tidak perlu membayar biaya lisensi, asalkan kegiatan tersebut bersifat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/NOBAR-Potret-warga-nonton-bareng-nobar-piala-dunia-TVRI-sebagai-pemegang-lisensi.jpg)
Ringkasan Berita:
- TVRI memperbolehkan masyarakat menggelar nobar Piala Dunia 2026 secara gratis dengan syarat kegiatan tersebut tidak bersifat komersial.
- Penyelenggara dilarang menjual tiket, menggunakan sponsor, maupun memasang atribut promosi merek tertentu di lokasi acara.
- Hingga awal Juni 2026, baru empat lokasi di Lampung yang tercatat telah melakukan registrasi resmi penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026.
TRIBUNGORONTALO.COM – Masyarakat yang ingin menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 tidak perlu membayar biaya lisensi.
Asalkan kegiatan tersebut bersifat nonkomersial dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan TVRI sebagai pemegang hak siar resmi.
TVRI membagi penyelenggaraan nobar Piala Dunia 2026 ke dalam dua kategori, yakni nobar nonkomersial yang dapat dilakukan secara gratis dan nobar komersial yang dikenakan biaya lisensi.
PIC Piala Dunia 2026 TVRI Lampung, Willi Yandro Evmanda, menjelaskan kategori gratis diperuntukkan bagi komunitas maupun pelaku usaha mikro dan kecil yang tidak mengambil keuntungan dari kegiatan tersebut.
Menurutnya, penyelenggara nobar gratis tidak diperbolehkan menjual tiket masuk, menghadirkan sponsor, maupun memasang atribut atau promosi dari merek komersial di lokasi kegiatan.
"Kegiatan yang masuk kategori ini misalnya nobar bersama keluarga di rumah, kegiatan RT/RW, Karang Taruna, komunitas hobi, hingga pelaku usaha mikro-kecil dengan luas tempat usaha di bawah 12 meter persegi dan harga menu di bawah Rp75 ribu," ujar Willi, Jumat (5/6/2026).
Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan izin resmi, pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs TVRI.
Penyelenggara diwajibkan membuat akun terlebih dahulu, melakukan verifikasi nomor telepon melalui kode OTP, lalu mengisi data yang diperlukan pada menu registrasi lokasi nobar.
Setelah seluruh persyaratan dinyatakan lengkap dan lolos proses verifikasi, penyelenggara akan memperoleh sertifikat digital berupa QR Code lisensi yang wajib dipasang di lokasi kegiatan.
TVRI juga memastikan proses pendaftaran tetap dibuka selama rangkaian Piala Dunia 2026 berlangsung sehingga masyarakat masih memiliki kesempatan untuk mengajukan izin kapan saja.
Namun, Willi mengingatkan izin nobar gratis dapat dicabut apabila penyelenggara terbukti menarik biaya masuk atau melibatkan sponsor dalam pelaksanaannya.
"Kalau saat pengawasan ditemukan ada unsur komersial, maka izin gratis otomatis dibatalkan dan harus dialihkan ke kategori berbayar," katanya.
Di Lampung sendiri, minat masyarakat untuk menggelar nobar Piala Dunia 2026 disebut cukup tinggi.
Meski demikian, hingga saat ini baru empat lokasi yang telah menyelesaikan proses registrasi resmi.
"Yang bertanya sebenarnya sudah banyak, mulai dari kafe, instansi sampai perorangan. Tetapi yang sudah melakukan registrasi resmi baru empat lokasi dan semuanya masuk kategori komersial," ujar Willi. (*)