Senin, 9 Maret 2026

Perang Rusia Ukraina

41 Pesawat Pengebom Militer Rusia Dihancurkan Ukraina, Terungkap Taktik Berani Gunakan 117 Drone

Terungkap taktik Ukraina menghancurkan 41 pesawat militer Rusia termasuk pesawat pengebom nuklir.

Tayang:
Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto 41 Pesawat Pengebom Militer Rusia Dihancurkan Ukraina, Terungkap Taktik Berani Gunakan 117 Drone
DINAS KEAMANAN RUSIA via NEW YORK POST
PESAWAT RUSIA DIHANCURKAN - Tangkapan layar dari video drone Ukraina yang menghancurkan 41 pesawat Rusia pada Minggu (1/6/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Terungkap taktik Ukraina menghancurkan 41 pesawat militer Rusia termasuk pesawat pengebom nuklir.

Ukraina menghancurkan pesawat tersebut menggunakan serangan drone jenis first-person view (FPV) atau pesawat nirawak (drone) secara besar-besaran.

Serangan ini disebut-sebut menargetkan pangkalan udara milik Presiden Vladimir Putin yang berada jauh di dalam wilayah Rusia.

Sumber keamanan di Kyiv pada Minggu (1/6/2025) melaporkan kepada Kyiv Independent bahwa misi ini, yang dilakukan oleh Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menggunakan drone jenis first-person view (FPV), berhasil menghantam 41 pesawat pengebom berat Rusia.

Serangan ini terjadi di empat lapangan udara terpisah yang berlokasi ribuan kilometer dari perbatasan Ukraina.

Menurut laporan yang dikutip New York Post, drone yang digunakan dalam operasi ini diselundupkan ke dalam Rusia dengan cara disembunyikan di dalam truk.

 Pesawat-pesawat Rusia yang hancur dalam serangan tersebut mencakup pesawat pengebom nuklir TU-95 “Bear”, pesawat pengebom serang cepat TU-22 “Backfire”, dan jet komando serta kontrol A-50 “Mainstay”.

Salah satu pangkalan yang diserang berlokasi di wilayah Irkutsk, Siberia, yang jaraknya hampir 2.500 mil (sekitar 4.023 kilometer) dari Ukraina.

Serangan lain juga terjadi di Murmansk di Lingkaran Arktik, Ryazan di tenggara Moskwa, dan Ivanovo di timur laut ibu kota Rusia.

Operasi yang diberi nama sandi "Web" ini dilaporkan membutuhkan waktu sekitar 18 bulan perencanaan.

Jika rincian ini terkonfirmasi, serangan tersebut akan menjadi pukulan telak bagi upaya Moskwa untuk melancarkan serangan rudal jarak jauh ke kota-kota di Ukraina.

"SBU pertama-tama mengangkut drone FPV ke Rusia, kemudian di wilayah Federasi Rusia, drone-drone itu disembunyikan di bawah atap kabin kayu bergerak, yang sudah ditempatkan di truk," kata sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya.

Sumber tersebut melanjutkan, "Pada saat yang tepat, atap kabin dibuka dari jarak jauh, dan drone-drone itu terbang untuk menyerang pesawat pengebom Rusia."

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Rusia mengenai klaim serangan dan kerusakan pesawat yang disebutkan oleh Ukraina.

Sudah Disiapkan 1,5 Tahun

 Serangan ini, yang dinamai "Operasi Jaring Laba-laba", disebut telah dirancang selama satu tahun enam bulan, dan dipimpin langsung oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu (1/6/2025), Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menyebut, “Pesawat pengebom strategis musuh terbakar massal di Rusia.”

Mereka menyatakan bahwa operasi besar-besaran ini memang ditujukan untuk menghancurkan armada udara strategis Rusia.

Sumber keamanan Ukraina mengungkap bahwa serangan ini menggunakan drone tipe FPV kecil, yang secara diam-diam diselundupkan ke dalam wilayah Rusia.

Selanjutnya, pesawat nirawak tersebut disimpan di dalam kabin kayu yang dimuat di atas truk.

“Pada saat yang ditentukan, atap kabin dibuka secara remote, dan drone pun terbang menyerang pangkalan udara yang telah ditargetkan,” kata sumber SBU.

Video yang beredar menunjukkan momen peluncuran drone dari sebuah truk, disusul ledakan dan kepulan asap di lapangan udara Belaya, Irkutsk, Siberia.

Gubernur Irkutsk, Igor Kobzev, mengonfirmasi bahwa serangan memang berasal dari pesawat nirawak yang diluncurkan dari truk.

Zelensky menyebut, sebanyak 117 drone digunakan dalam serangan ini, dan masing-masing dikendalikan oleh pilot tersendiri.

“Satu tahun, enam bulan, sembilan hari dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Ini operasi jarak jauh kami yang paling hebat,” tulis Zelensky di Telegram, sembari menyebut operasi ini “pasti akan tercatat dalam buku sejarah.”

Menurut SBU, serangan ini berhasil melumpuhkan 34 persen dari total armada pengebom strategis Rusia yang mampu membawa rudal jelajah, termasuk pesawat TU-95 “Bear”, TU-22M3 supersonik, dan A-50 yang berfungsi sebagai radar udara (AWACS).

Total kerugian Rusia, menurut klaim Ukraina, mencapai 7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 114 triliun.

Hal yang membuat serangan tersebut begitu mengejutkan adalah efektivitas drone Ukraina dalam menembus pertahanan udara Rusia.

Sistem pertahanan seperti S-300 dan S-400 milik Rusia yang dirancang untuk mencegat rudal jarak jauh tidak mampu mendeteksi atau menghadang drone kecil yang diluncurkan dari jarak dekat.

Analis militer menyebut serangan ini tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga mempermalukan sistem pertahanan Rusia yang selama ini mengandalkan lapisan-lapisan rudal anti-serangan.

“Pesawat-pesawat ini tidak sempat dipindahkan ke shelter pelindung,” kata seorang sumber militer kepada media barat.

Meskipun demikian, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut semua serangan telah “dipukul mundur”.

Beberapa pelaku, termasuk pengemudi truk yang digunakan, disebut telah ditahan oleh otoritas Rusia.

Namun, Zelensky memastikan bahwa semua personel Ukraina yang terlibat dalam persiapan operasi telah ditarik keluar dari wilayah Rusia tepat waktu.

Serangan terjadi jelang perundingan damai

Serangan besar ini terjadi hanya beberapa jam sebelum dijadwalkannya perundingan damai putaran kedua antara Ukraina dan Rusia di Istanbul, Turkiye.

Banyak pengamat menilai, serangan ini adalah pesan bahwa Ukraina masih memiliki kemampuan menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia.

“Serangan ini bisa menyadarkan Rusia akan realitas yang mereka hadapi,” ujar Pavlo Fesenko, seorang pekerja konstruksi di Kyiv.

“Mungkin belum akan berdampak langsung, tapi ini adalah langkah menuju masa depan di mana kita bisa bicara dari posisi lebih kuat,” imbuhnya. (*/Kompas.com).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Begini Taktik Ukraina Hancurkan 41 Pesawat Rusia, Sudah Disiapkan 1,5 Tahun

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved