Berita Kabupaten Boalemo
Hari Pertama Kerja, Rum Pagau Bupati Boalemo Gorontalo Geram Banyak ASN Telat Ikut Apel
Di hari pertama kerja, Bupati Boalemo geram dengan banyaknya ASN yang telat ikut apel.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Prailla Libriana Karauwan
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Di hari pertama kerja, Bupati Boalemo geram dengan banyaknya Aparatur Sipil Negera (ASN) yang telat ikut apel.
Apel perdana pasca Lebaran 2025 ini dilaksanakan di Lapangan Alun-alun Tilamuta, Desa Limbato, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.
Apel ini menjadi pertanda ASN kembali ke rutinitas semula sebelum Ramadan.
Namun, dalam apel tersebut masih banyak ASN yang terlambat.
Alhasil Rum Pagau, Bupati Boalemo langsung menegur ASN tersebut.
Baca juga: Lisa Mariana Terang-Terangan Ungkap Tak Mau Dinikahi Ridwan Kamil, Tapi Minta Dinafkahi
Dalam arahannya, Bupati Rum menegaskan pentingnya disiplin sebagai pondasi utama pelayanan publik.
Ia menyayangkan ketidaktepatan waktu sejumlah ASN, padahal apel dijadwalkan dimulai pukul 07.00 Wita.
"Saya sudah menunggu dari jam enam pagi, tapi masih banyak yang datang terlambat. Kalau begini caranya, bagaimana kita bisa disiplin dalam bekerja?" tegas Rum Pagau.
Selain menyoroti kedisiplinan, Bupati Rum juga menyampaikan kabar baik soal Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).
Baca juga: Profil Djumyanto Tersangka Hakim Kasus Suap CPO, Pernah Jadi Hakim di Kasus Ferdi Sambo
Ia memastikan ke depan TPP akan dibagikan tepat waktu tanpa keterlambatan seperti sebelumnya.
“ASN punya hak untuk menerima TPP. Tapi itu harus dibarengi dengan kewajiban. Jangan hanya mau terima, tapi datang apel saja masih susah tepat waktu. TPP tidak akan terlambat kalau kalian disiplin dan bekerja sesuai tupoksi,” jelasnya.
Dalam momen apel tersebut juga, Pemerintah Kabupaten Boalemo juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) bagi 94 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Baca juga: Mobil hingga 21 Motor Mewah Disita Terkait Kasus Korupsi Ekspor CPO, Ini Barang Sitaan Lainnya
Selain itu, 5 ASN menerima SK kenaikan pangkat, sementara 8 ASN lainnya menerima SK pensiun.
Lima ASN yang naik pangkat antara lain:
- Penti Kaku, S.Pd., SD – Guru Ahli Madya (IV/c), SDN 12 Tilamuta
- Sahrun Umar Manto, S.Pd.I – Guru Ahli Muda (III/d), SMPN 4 Tilamuta
- drg. Fachrul Latif – Dokter Gigi Ahli Muda (III/c), Puskesmas Saritani
- Helmi Karim, S.E – Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian (III/d), Dinas Kelautan dan Perikanan
- Fatma Suaiba – Pengolah Data Perbendaharaan (III/a), BPKPD
Sementara delapan ASN yang menerima SK pensiun terhitung mulai 1 Mei 2025, antara lain:
Baca juga: Karena Tak Punya Izin, Pemakaman Mewah Nirvana di Medan Viral Gegara Disegel
- Ir. Mans Mopangga – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja
- Maryam R. Djaini, S.Pd – SDN 01 Paguyaman
- Dra. Fatmah Ishak – SMPN 8 Satu Atap Paguyaman
- Zerlis Tahir, SH – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja
- Raihan T. Giu, S.Pd.I – SDN 06 Mananggu
- Ratna Dewi D. Djakatara, S.AP – Kantor Camat Dulupi
- Rida Mada, A.Md – Kantor Camat Botumoito
- Farida Ibrahim – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Baca juga: Intip Harga HP iPhone di April 2025, Dari iPhone 11 hingga iPhone 16 Series
Apel ini menjadi momentum awal Pemerintah Kabupaten Boalemo untuk memperkuat komitmen terhadap kedisiplinan dan pelayanan yang lebih baik.
Di Hari Kerja Pertama, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea Serukan PNS Harus Perang terhadap Korupsi
Pemerintahan Kota Gorontalo di bawah kepemimpinan Adhan Dambea dan Indra Gobel menegaskan komitmen mereka untuk membasmi praktik korupsi di lingkungan birokrasi.
Hal ini disampaikan langsung Adhan Dambea saat apel kerja perdana usai libur lebaran yang digelar di Lapangan Taruna Remaja, Jalan wolter Mongisidi, Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo. Selasa (8/4/2025).
“Persoalan korupsi ini memang mudah terjadi, dari SPPD, pungutan-pungutan yang bisa dibilang pungutan liar,” tegas Adhan dalam sambutannya.
Adhan menegaskan bahwa integritas dalam pemerintahan bukan hal baru baginya.
Baca juga: Rektor UNG Sambut Hangat Kunjungan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta se Provinsi Gorontalo
Ia mengingatkan bahwa saat menjabat sebagai Wali Kota Gorontalo periode 2008–2013, Adhan Dambea sempat meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai kepala daerah berintegritas.
“Itu karena waktu itu pemerintah kota dinilai bersih dari korupsi,” ujarnya.
Tak hanya itu, Adhanjuga mengungkap dirinya kala itu sempat diminta untuk memberikan pembimbingan kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam rangka penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Kini, bersama Indra Gobel, Adhan kembali menempatkan agenda pemberantasan korupsi sebagai prioritas utama pemerintahan.
Ia menilai korupsi sebagai ancaman serius bagi pembangunan daerah dan kepercayaan publik.
“Persoalan korupsi ini merusak. Saya dan Pak Indra akan berantas ini di periode kami,” jelasnya.
Baca juga: Ambulans Lagi Bawa Pasien Kritis Buru-buru Ke Rumah Sakit Malah Kena Tilang Elektronik, Ada Apa?
Namun, Adhan mengakui bahwa persoalan korupsi ini tidak bisa hanya dikerjakan oleh dua orang.
Sehingga dia menekankan pentingnya kolaborasi bersama seluruh pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat.
“Saya tidak bisa sendiri atau berdua dengan wakil wali kota. Saya minta bantuan semua pihak untuk sama-sama bekerja memberantas korupsi di Kota Gorontalo,” pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fherytjuryjy.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.